Tempat-tempat Turistik Mestinya Jauh dari Pungli. Disparekraf Bandung Tengah Mengupayakannya

Selasa, 17 Feb 2026, 13:39 WIB

BANDUNG – Tujuan-tujuan rekreasi mestinya jauh dari tindakan pungutan liar (pungli). Ini tengah diupayakan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dinas mendorong seluruh destinasi wisata Bandung terbebas dari praktik pungli guna menjaga kenyamanan pengunjung dan keberlanjutan ekonomi lokal. Jangan seperti di pantai-pantai Banten sering ada pemalakan terhadap wisatawan yang parker atau jajan.

Kepala Disparekraf Kabupaten Bandung Wawan A Ridwan dalam keterangannya di Bandung, Selasa, mengatakan praktik pungli dapat merusak citra pariwisata daerah serta menurunkan kepercayaan wisatawan untuk kembali berkunjung.

Ket. Foto: destinasi wisata — Sumber: ist

“Kita menjual kebahagiaan dan kesenangan. Kalau wisatawan tidak puas karena ada pungli, mereka tidak akan datang lagi. Kalau tidak ada kunjungan, tidak ada belanja, dan pedagang kecil yang akan terdampak,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa sektor pariwisata sangat bergantung pada rasa aman dan nyaman yang dirasakan pengunjung, terlebih di era digital, keluhan wisatawan dapat dengan cepat menyebar melalui media sosial dan berdampak langsung terhadap reputasi destinasi.

Dirinya juga menjelaskan bahwa dampak pungli tidak hanya dirasakan pengelola objek wisata, tetapi juga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang, serta masyarakat sekitar yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata.

Pada kesempatan tersebut, Disparekraf Kabupaten Bandung juga menyatakan dukungannya terhadap imbauan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar seluruh kawasan wisata terbebas dari praktik pungutan liar.

Pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan aparat keamanan serta menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha wisata agar memiliki kesadaran kolektif dalam menjaga ekosistem pariwisata.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga citra Kabupaten Bandung sebagai destinasi yang ramah, aman, dan nyaman bagi wisatawan.

“Potensi pariwisata kita besar. Jangan sampai tercoreng oleh oknum tidak bertanggung jawab. Semua harus punya komitmen yang sama untuk menjaga destinasi wisata tetap bersih dari pungli,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya membuka ruang pengaduan bagi wisatawan yang menemukan praktik pungli di lapangan sebagai langkah cepat penanganan, sehingga kepercayaan publik terhadap pariwisata Kabupaten Bandung dapat terus terjaga.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.