Destinasi ke Air Terjun Cibeureum Gunung Gede Sementara Ditutup karena Longsor
Selasa, 17 Feb 2026, 14:12 WIBCIANJUR â Masyarakat yang akan menikmati air terjun Cibeureum mesti menunda karena tengah ditutup akibat longsor. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) menutup sementara jalur menuju kawasan wisata Curug Cibeureum-Salabintana di kawasan Gunung Gede, karena bencana alam longsor yang melanda kawasan air terjun tersebut.
Humas Balai Besar TNGGP Agus Deni saat dihubungi, Selasa, mengatakan jalur menuju tempat wisata air terjun atau dikenal dengan nama Curug Cibeureum tertutup longsor sejak beberapa hari terakhir sehingga sulit dilalui dan masih dalam penanganan.
"Jalur menuju Curug Cibeureum-Salabintana yang masuk dalam kawasan Gunung Gede-Pangrango yang berada di Kabupaten Cianjur dan Sukabumi, Jawa Barat, tertimbun longsor setinggi 1,5 meter dengan panjang lebih dari 15 meter akibat cuaca ekstrem," katanya.
Dia menjelaskan hingga saat ini proses pembersihan material longsor yang menutup jalur masih berjalan sehingga untuk sementara kawasan Curug Cibereum ditutup. Penutupan diperkuat dengan surat edaran.
Proses pembersihan membutuhkan waktu cukup lama karena dilakukan secara manual melibatkan sejumlah warga di sekitar kawasan taman nasional, agar akses menuju Curug Cibeureum dapat dilalui kembali.
"Kami berharap segera dapat dilalui agar wisatawan dapat kembali menikmati keindahan air terjun di kawasan Gunung Gede-Pangrango yang selama ini banyak diminati," katanya.
Jalur wisata akan kembali dibuka, setelah material longsor berhasil dibersihkan dan aman dilalui wisatawan, pihaknya meminta wisatawan untuk bersabar dan menunggu informasi resmi terkait dibuka kembali jalur menuju destinasi wisata tersebut.
Selama penutupan berjalan, dia meminta para wisatawan tidak memaksakan diri untuk melintas karena proses pembersihan dilanjutkan dengan penanganan akan dilakukan agar tidak terjadi longsor susulan.
"Setelah penanganan tuntas dilakukan, jalur akan dibuka kembali, namun wisatawan diminta untuk tetap waspada karena cuaca ekstrem masih melanda sebagian besar wilayah Cianjur dan Sukabumi, sehingga dapat memicu terjadinya bencana alam," katanya.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Ruas Trans Papua Jayapura–Wamena Longsor, Kemen PU Kerahkan 57 Alat Berat
-
Australia Open 2026: Ball Girl Pingsan di Tengah Panas, Pemain Beri Pertolongan
-
Penertiban Tambang Ilegal: Lindungi Lingkungan dan Hak Masyarakat
-
Satu Korban Longsor di Mekar Rahayu Akhirnya Berhasil Dievakuasi Tim SAR, Kondisi Meninggal Dunia
-
Harmoni Imlek Nusantara Bentuk Akulturasi Kekayaan Budaya Indonesia
-
Akses Jalur Lingkar Utara Jatigede Lumpuh Akibat Longsor
-
Playoff Liga Champions: PSG Bangkit dan Lolos Dramatis ke 16 Besar Usai Tahan Gempuran Monaco
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.