Pemkot Madiun Manfaatkan Maggot sebagai Solusi Pengolahan Sampah Pasar

Senin, 16 Feb 2026, 03:00 WIB

Madiun - Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur mengembangkan budi daya maggot guna mengatasi masalah sampah organik yang dihasilkan di kawasan Pasar Besar Madiun.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Rakyat Dinas Perdagangan Kota Madiun Puguh Soepardijanto di Madiun, Minggu (15/2), mengatakan budi daya maggot dijalankan secara swadaya bersama petugas kebersihan yang tergabung dalam Program Jasa Kebersihan (Projasih).

Ket. Foto: Petugas Projasih di Pasar Besar Madiun merawat maggot budi daya yang dikembangkan dengan memanfaatkan sampah organik di Pasar Besar Madiun, Jatim. — Sumber: Antara

Budi daya maggot dipilih setelah melalui proses analisis dan pembelajaran karena dinilai paling efektif mengurai sampah organik, sekaligus memiliki nilai ekonomi.

"Maggot mampu mengurai sampah organik dengan cepat dan hasilnya bisa dimanfaatkan, misalnya untuk pakan ternak dan ikan yang menghasilkan nilai ekonomi," ujarnya.

Ia menjelaskan upaya budi daya maggot sudah pernah dicoba pada 2022, namun saat itu hasilnya belum optimal.

"Setelah melakukan studi tiru ke Bandung dan melihat pengolahan sampah di sana, maka di tahun 2025 kami mulai kembali membangkitkan budi daya maggot di Pasar Besar Madiun ini," kata Puguh.

Proses budi daya dimulai dari pembelian bibit maggot. Para petugas kemudian belajar membesarkan maggot dari fase bayi hingga menjadi pupa, lalu berkembang menjadi serangga, lalat, dan kembali bertelur. Siklus itu terus berulang.

Dengan perawatan dan pemberian pakan rutin, dalam waktu satu hingga dua bulan maggot sudah bisa dimanfaatkan. Hasilnya, maggot digunakan untuk mendukung dua kolam lele di Pasar Besar Madiun.

Program itu dikerjakan petugas Projasih di sela-sela jam kerja mereka. Dari sampah yang sebelumnya tak bernilai, kini perlahan mampu menghasilkan rupiah.

Saat ini, pengelola juga sedang belajar membuat pelet campuran berbahan maggot, sayur, dedak, atau bekatul, khususnya ketika terjadi kelebihan sampah.

"Harapannya, sampah organik di Pasar Besar Madiun bisa langsung dimanfaatkan dan diselesaikan di pasar," katanya.

Manfaat maggot selain bisa dijual dalam kondisi segar maupun kering, sisa pakan magot juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. Selongsong pupa juga bisa diolah lagi menjadi pupuk.

Ke depan, pengelolaan sampah tersebut diharapkan bisa diterapkan di seluruh pasar tradisional di Kota Madiun.

Dari total 17 pasar rakyat yang ada, nantinya dibentuk satuan tugas di masing-masing pasar untuk menangani sampah organik berbasis potensi ekonomi.

"Target kami ke depan, sampah organik pasar tidak lagi menjadi masalah. Tapi memang ini perlu proses belajar, namun harus dimulai dari sekarang," katanya.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.