Pastikan Harga Daging Ayam dan Telur di Jogja Aman, Satgas Saber Turun Langsung ke Produsen
Jumat, 20 Feb 2026, 20:16 WIBYOGYAKARTA - Menjelang Ramadan hingga memasuki Idulfitri, kebutuhan daging ayam dan telur selalu meningkat. Pemerintah tak ingin momentum ibadah ini dibayangi lonjakan harga atau kekhawatiran pasokan. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Tim Satgas Sapu Bersih (Saber) turun langsung memastikan harga tetap sesuai ketentuan dan stok tersedia cukup bagi masyarakat.
Memasuki pekan pertama Ramadan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Tim Satgas Saber Pelanggaran Harga DIY melakukan pemantauan langsung ke produsen ayam potong dan telur, PT Janu Putra Sejahtera, Kamis (19/2). Tim gabungan yang terdiri dari Ditreskrimsus Polda DIY, OPD terkait, dan Perum Bulog DIY tersebut memastikan stabilitas harga, keamanan, dan mutu pangan berjalan baik dari hulu hingga hilir.
Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, Nita Yulianis, menegaskan bahwa selama momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), pemerintah berkomitmen mengawal tata niaga pangan agar tetap sesuai aturan.
âFokus kami memastikan produsen di DIY, khususnya komoditas ayam potong dan telur, menjual sesuai ketentuan Harga Acuan Pembelian (HAP) tingkat Produsen. Ini penting untuk menjaga kestabilan harga sampai ke tangan konsumen,â ujar Nita.
âSelain harga, kami juga memastikan mutu dan keamanan pangan. Ini penting agar pangan yang dikonsumsi masyarakat bukan hanya terjangkau, tetapi juga aman dan layak,â pungkas Nita.
Dari sisi pelaku usaha, Manager Marketing PT Janu Putra Sejahtera, Gatot Subiyanto, melaporkan bahwa harga pembelian ayam hidup berada di kisaran Rp22.000â23.000 per kilogram.
âHarga ayam dan telur hari ini justru terkoreksi turun dibanding kemarin. Untuk telur ayam, harga jual di kisaran Rp26.500 per kilogram. Di awal puasa, permintaan memang sedikit melandai karena masih banyak rumah makan yang tutup,â jelas Gatot.
Jaga stok
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda DIY, Kombes Pol Kayuswan Tri Panungko, turut mengingatkan pelaku usaha agar menjaga kecukupan stok, terutama menjelang Idulfitri ketika permintaan dipastikan meningkat.
Dari sisi kapasitas produksi, perusahaan tersebut mampu menghasilkan sekitar 12,8 ton ayam hidup per hari. Menjelang Idulfitri, kapasitas akan dioptimalkan hingga 19 ton per hari. Sementara produksi telur mencapai 2,4 ton per hari. Angka ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat DIY.
Tak hanya memproduksi ayam potong dan telur, PT Janu Putra Sejahtera juga menjual Day Old Chicken (DOC) broiler dengan harga Rp6.000-6.500 per ekor. DOC tersebut diternakkan di berbagai wilayah seperti Sleman, Kulon Progo, Magelang, Temanggung, hingga Klaten, sehingga memperkuat rantai pasok ayam di DIY dan sekitarnya.
Secara umum, hasil pemantauan Satgas Saber di lima kabupaten/kota di DIY menunjukkan harga daging ayam ras dan telur masih sesuai dengan HAP tingkat konsumen, yakni Rp40.000 per kilogram untuk daging ayam dan Rp30.000 per kilogram untuk telur ayam.
Dengan pengawasan yang dilakukan sejak hulu, pemerintah memastikan masyarakat DIY dapat menjalani Ramadan dan menyambut Idulfitri dengan tenang tanpa dibayangi kekhawatiran soal harga maupun ketersediaan ayam dan telur.
- Badan Pangan Nasional (Bapanas)
- Ramadan Idul Fitri (RAF)
- Harga Pangan
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Enki dan Ninhursag, Kisah Awal Asal-Usul Kehidupan
-
Tim Gabungan Kodaeral IV-Lanal TBK Gagalkan Penyelundupan Sabu dan Ekstasi dari Malaysia
-
Marquez Raih Kemenangan ke-100, Sapu Bersih MotoGP Hungaria
-
Aksi Pemadaman Lampu di Jakarta Tekan Emisi Karbon hingga 60,14 Ton CO2e
-
Buntut Panjang Ketegangan Timur Tengah, Uni Eropa Beri Sanksi Baru untuk Iran
-
Menkeu Katakan Belanja Negara Capai Rp1.365,4 Triliun hingga Mei 2026
-
Ringankan Beban Peternak Layer, Bapanas Pastikan Stok SPHP Jagung di Jatim Aman
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.