Kemenag dan 12 Negara Sahabat Jajaki Bekerja Sama di Bidang Keagamaan

Jumat, 13 Feb 2026, 16:07 WIB

JAKARTA - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) menjajaki kolaborasi dengan 12 kedutaan besar negara sahabat dalam forum diskusi terpumpun mengenai sepuluh area potensial kerja sama strategis di bidang keagamaan.

Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan kolaborasi lintas negara penting untuk memperkuat diplomasi keagamaan, sekaligus mendukung program prioritas Kementerian Agama.

Ket. Foto: Kemenag RI jajaki kerja sama bidang keagamaan dengan negara-negara sahabat. — Sumber: antara foto

“Kami berharap Forum Group Discussion (FGD) ini mendapatkan masukan dari negara-negara sahabat, mulai dari layanan keagamaan, penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran, hingga kerja sama di bidang zakat dan wakaf,” ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Jumat (13/2).

Sebanyak 12 perwakilan kedutaan besar negara sahabat itu yakni Mesir, Afganistan, Turki, Aljazair, Maroko, Irak, Pakistan, Yordania, Kuwait, Arab Saudi, Yaman, dan Iran.

Sekretaris Ditjen Bimas Islam Lubenah menyampaikan pertemuan pada FGD itu  menjadi forum koordinasi antara Kemenag, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), dan perwakilan negara sahabat, untuk menjajaki serta memperkuat peluang kerja sama internasional di bidang keagamaan.

“Diplomasi keagamaan dipandang tidak hanya sebagai sarana syiar, tetapi juga sebagai medium dialog dan kolaborasi lintas negara yang mencakup aspek sosial, budaya, dan edukasi,” ujar Lubenah.

FGD membahas sepuluh area kerja sama, meliputi layanan keagamaan bagi diaspora Indonesia di luar negeri, penguatan pengelolaan masjid lintas negara, kerja sama zakat dan wakaf, penguatan penyuluhan keagamaan.

Kemudian penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran internasional, seminar Islam internasional, pertukaran dai dan khatib, diplomasi budaya Islam, kerja sama hisab dan rukyat, dan integrasi nilai-nilai ekoteologis dalam perlindungan lingkungan.

Lubenah berharap sinergi tersebut dapat memberikan manfaat timbal balik bagi Indonesia dan negara mitra sebagai penguatan kerja sama multilateral.

"Kesempatan hari ini sangat baik untuk mendiskusikan secara jernih potensi kerja sama yang akan kita lakukan pada tahun-tahun mendatang. Semoga diskusi ini menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat kita tindak lanjuti bersama,” katanya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.