Harga Cabai dan Daging Ayam Picu Kenaikan IPH Selama Ramadan
Selasa, 03 Mar 2026, 10:33 WIBJAKARTA â Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di berbagai provinsi terutama dipicu oleh lonjakan harga cabai rawit dan daging ayam ras pada Ramadan atau minggu keempat Februari 2026.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan sejumlah kabupaten/kota mencatat kenaikan IPH signifikan dengan komoditas pemicu yang relatif seragam, terutama bahan pangan pokok yang banyak dibutuhkan selama bulan Ramadan.
"Yang paling menyebabkan kenaikan harga IPH di berbagai provinsi antara lain adalah karena harga cabai rawit dan daging ayam ras yang terus meningkat," kata Amalia dalam Rapat Pengendalian Inflasi Daerah, yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa (03/3).
Di Pulau Sumatera, Kabupaten Bangka menjadi daerah dengan perubahan IPH tertinggi. Kenaikan tersebut dipicu oleh naiknya harga daging sapi, cabai rawit, dan daging ayam ras.
Sementara itu di Pulau Jawa, Kabupaten Trenggalek mencatat kenaikan IPH hingga 7,5 persen, yang disebabkan oleh lonjakan harga cabai rawit, daging ayam ras, dan cabai merah.
Adapun di wilayah luar Sumatera dan Jawa, kenaikan IPH tertinggi terjadi di Kabupaten Lombok Timur. Komoditas utama yang mendorong kenaikan di wilayah ini adalah cabai rawit, cabai merah, dan daging sapi.
Amalia menjelaskan pola kenaikan harga tersebut mencerminkan karakteristik musiman menjelang Ramadan, yang mana permintaan terhadap bahan pangan seperti cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, telur ayam ras, daging sapi, beras, dan bawang merah cenderung meningkat.
Harga rata-rata nasional cabai rawit hingga minggu keempat Februari 2026 tercatat sebesar Rp70.000 per kilogram. Sementara rata-rata nasional harga daging ayam ras Rp41.000 per kilogram.
Lebih lanjut, BPS juga mencatat, harga beras secara nasional relatif stabil. Namun, terdapat 114 kabupaten/kota yang tetap mencatat kenaikan IPH untuk komoditas beras, sehingga perlu menjadi perhatian.
Sementara itu, harga cabai rawit secara nasional telah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen, dengan rata-rata mencapai Rp70.000 per kilogram. Sebanyak 221 kabupaten/kota tercatat mengalami kenaikan IPH cabai rawit.
Harga cabai rawit tertinggi tercatat mencapai Rp200.000 per kilogram, sedangkan terendah sebesar Rp26.111 per kilogram. Harga tertinggi ditemukan di sejumlah daerah di Papua, yakni Kabupaten Nduga, Mappi, dan Intan Jaya.
Kenaikan IPH cabai rawit tertinggi terjadi di Kabupaten Situbondo, dengan harga saat ini Rp79.991 per kilogram dan lonjakan IPH mencapai 125,9 persen. Harga tersebut sekitar 40 persen di atas HAP.
Selain itu, Kabupaten Pasuruan juga menjadi sorotan dengan kenaikan IPH cabai rawit mencapai 115 persen dan harga saat ini Rp78.792 per kilogram.
BPS menekankan bahwa daerah-daerah dengan harga di atas HAP dan kenaikan IPH tinggi perlu mendapat perhatian lebih lanjut guna menjaga stabilitas harga pangan selama periode Ramadan.
- Harga Cabai
- Harga Daging Ayam
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Mentan Amran Optimistis Indonesia Mampu Hadapi El Nino, Stok Beras Tetap Aman.
-
Ada Potensi Besar di Balik Sarang Burung Walet, DPRD Gorontalo Utara Ikut Turun Tangan
-
Era Mata Uang Baru, Harga Kebutuhan Sekolah di Suriah Masih Tinggi
-
Harga Cabai Makin "Pedas"! Redam Gejolak, Bapanas Kirim Stok dari Daerah Surplus
-
Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi di Jakarta, Pemprov DKI Minta Warga Tetap Tenang
-
Klaim Kedaulatan Falkland, Argentina Ancam Jatuhkan Sanksi Berat ke Perusahaan Minyak
-
Abu Anak Krakatau Menyebar, Pengendara Motor Wajib Tahu Bahaya Ini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.