Empat Bintang Muda Bersinar di Perempat Final, Persaingan Penghargaan Pemain Muda Terbaik Piala Dunia Makin Ketat

Senin, 13 Jul 2026, 00:08 WIB

DALLAS – Perebutan gelar FIFA Young Player Award 2026 semakin memanas setelah sejumlah talenta muda tampil gemilang pada babak perempat final Piala Dunia FIFA 2026. Dengan hanya tersisa empat pertandingan menuju akhir turnamen, para kandidat kini memasuki fase penentuan untuk memperkuat klaim mereka sebagai pemain muda terbaik turnamen.

Di antara nama yang paling menonjol adalah bek Spanyol Pau Cubarsi, penyerang Prancis Desire Doue, bek serbabisa Inggris Nico O’Reilly, serta wonderkid Spanyol Lamine Yamal.

Ket. Foto: Lamine Yamal. — Sumber: FIFA

Menjelang semifinal yang mempertemukan Prancis melawan Spanyol dan Inggris menghadapi Argentina, FIFA menyoroti empat pemain muda yang terus mencuri perhatian sepanjang turnamen di Amerika Utara.

Pau Cubarsi, Tembok Kokoh La Roja

Pau Cubarsi tampil sebagai salah satu bek muda paling impresif di Piala Dunia kali ini. Bek tengah berusia 19 tahun asal kota kecil Bescanó tersebut telah bermain penuh dalam seluruh enam pertandingan Spanyol.

Kontribusinya sangat besar bagi lini belakang La Roja yang baru kebobolan satu gol dalam hampir 600 menit permainan. Kemampuan membaca permainan, distribusi bola dari belakang, dan ketenangannya di bawah tekanan membuat Cubarsi menjadi sosok tak tergantikan dalam skema pelatih Luis de la Fuente.

Desire Doue, Senjata Rahasia Prancis

Meski harus berbagi menit bermain dengan Bradley Barcola di sisi kiri formasi 4-2-3-1 Prancis, Desire Doue tetap mampu menunjukkan kualitasnya.

Ia membuka kontribusi golnya lewat torehan saat menghadapi Norwegia di laga terakhir fase grup. Setelah itu, pemain muda tersebut mencatatkan dua assist beruntun pada kemenangan Prancis di babak 16 besar dan perempat final.

Pergerakan lincah dan kreativitas Doue membuat lini serang Les Bleus semakin sulit diprediksi.

Nico O’Reilly, Temuan Berharga Inggris

Nico O’Reilly menjadi salah satu kejutan terbesar skuad Inggris di turnamen ini. Pemain milik Manchester City tersebut menemukan peran baru sebagai bek kiri dan tampil konsisten sepanjang kompetisi.

O’Reilly telah menjadi starter dalam lima dari enam pertandingan Inggris. Selain memberikan ancaman saat menyerang, ia juga mencatatkan akurasi umpan 93 persen serta kontribusi penting dalam bertahan.

Fleksibilitasnya membuat Inggris memiliki opsi tambahan baik dalam fase menyerang maupun bertahan.

Lamine Yamal Kembali Memukau

Cedera sebelum turnamen sempat membuat Lamine Yamal tidak tampil sebagai starter pada laga pembuka Spanyol. Namun setelah pulih, pemain yang akan berusia 19 tahun pekan depan itu langsung menunjukkan kelasnya.

Yamal tampil penuh selama 90 menit dalam kemenangan Spanyol di babak 16 besar dan perempat final. Ia juga dua kali terpilih sebagai Michelob ULTRA Superior Player of the Match.

Dengan 10 tembakan tepat sasaran, Yamal kini berada di posisi ketujuh bersama dalam daftar pemain dengan percobaan ke gawang terbanyak di turnamen.

Kecepatan, kemampuan menggiring bola, dan visi bermainnya menjadikan bintang muda Barcelona itu salah satu kandidat terkuat untuk meraih penghargaan pemain muda terbaik.

Semifinal Jadi Penentu

Persaingan menuju FIFA Young Player Award 2026 kini memasuki tahap paling krusial. Penampilan di semifinal berpotensi menjadi faktor penentu dalam penilaian akhir.

Cubarsi dan Yamal akan menghadapi tantangan besar saat Spanyol berduel dengan Prancis yang diperkuat Doue. Di sisi lain, O’Reilly berkesempatan memperkuat peluangnya ketika Inggris bertemu Argentina dalam semifinal lainnya.

Dengan panggung yang semakin besar dan tekanan yang semakin tinggi, empat bintang muda tersebut memiliki kesempatan emas untuk mengukir sejarah sekaligus menegaskan diri sebagai generasi baru sepak bola dunia.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.