Scaloni Ungkap Rahasia Mental Juara Argentina: Kami Tak Pernah Menyerah
Senin, 13 Jul 2026, 00:25 WIBKANSAS CITY â Pelatih tim nasional Argentina, Lionel Scaloni, menilai kemenangan dramatis 3-1 atas Swiss melalui babak perpanjangan waktu pada perempat final Piala Dunia FIFA 2026 menjadi bukti bahwa skuad Albiceleste telah terbiasa menghadapi tekanan dalam situasi tersulit.
Argentina memastikan tiket ke semifinal setelah Julian Alvarez dan Lautaro Martinez mencetak gol pada menit-menit akhir babak tambahan. Sebelumnya, pertandingan berlangsung sengit setelah Swiss mampu menyamakan kedudukan pada babak kedua dan memaksa laga berlanjut hingga extra time.
Bagi Scaloni, kemampuan bertahan di bawah tekanan tanpa kehilangan keyakinan merupakan identitas yang telah melekat pada timnya.
"Kami tahu kami akan menderita. Itu sudah menjadi bagian dari darah kami, bagian dari DNA kami. Justru hal itu membuat kami tetap tenang," kata Scaloni seusai pertandingan.
Perjalanan Argentina menuju semifinal memang tidak pernah mudah.
Pada babak 32 besar, juara bertahan sempat dua kali kehilangan keunggulan sebelum akhirnya mengalahkan Tanjung Verde 3-2. Setelah itu, mereka juga tertinggal dua gol dari Mesir hingga menit ke-79 pada babak 16 besar sebelum melakukan comeback spektakuler dan menang dengan skor yang sama.
Kini, menghadapi Swiss, Argentina kembali diuji. Setelah Alexis Mac Allister membawa Albiceleste unggul, Swiss menyamakan kedudukan pada menit ke-67 sehingga pertandingan harus berlanjut ke babak tambahan.
Scaloni meyakini pengalaman menjadi juara Piala Dunia 2022 di Qatar telah membentuk mental para pemainnya untuk menghadapi situasi-situasi sulit.
"Saat di Qatar kami belum memiliki pengalaman sebanyak sekarang, termasuk saya sendiri. Situasi seperti itu terasa sangat sulit. Kini kami lebih berpengalaman karena tahu bagaimana rasanya didominasi lawan atau kebobolan gol penyeimbang."
"Hari ini kami tetap tenang. Tim tahu bagaimana menjaga ketenangan dan, tentu saja, kami tidak akan pernah menyerah," ujarnya.
Scaloni mengakui Swiss merupakan lawan yang sangat sulit ditaklukkan.
Menurutnya, permainan agresif dan duel satu lawan satu yang diperagakan tim asuhan Murat Yakin membuat Argentina kesulitan mengembangkan permainan.
"Mereka adalah lawan yang tangguh. Sangat sulit bagi kami memenangi duel-duel dan bahkan menyusun lima atau enam operan beruntun."
"Mereka sangat kuat dalam duel satu lawan satu di berbagai area lapangan. Kami benar-benar menderita sepanjang pertandingan," ungkapnya.
Meski tampil tidak dalam performa terbaik, Scaloni menilai kedalaman skuad menjadi salah satu faktor utama keberhasilan Argentina mengamankan kemenangan.
"Kami juga memiliki pemain-pemain di bangku cadangan yang mampu mengubah jalannya pertandingan. Itu merupakan keuntungan besar bagi kami. Pada akhirnya kami selalu menemukan solusi."
Dalam konferensi pers usai laga, Scaloni berulang kali menekankan pentingnya kebersamaan di dalam tim.
Menurut pelatih berusia 48 tahun tersebut, keberhasilan Argentina tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu, tetapi juga oleh kepercayaan seluruh pemain terhadap proses yang telah dibangun selama enam pekan mengikuti turnamen.
"Semua ini berkat para pemain karena mereka percaya pada proses yang kami jalani."
"Kami adalah sebuah tim. Kami selalu bersama, sangat kompak, dan itulah bukti bahwa sepak bola adalah permainan yang penuh tantangan," katanya.
Scaloni juga memberikan apresiasi khusus kepada Alexis Mac Allister yang membuka keunggulan Argentina melalui sundulan memanfaatkan sepak pojok Lionel Messi.
"Alexis adalah salah satu pemain terbaik. Dia bekerja sangat keras dan layak mendapatkan semua pujian," ujar Scaloni.
Keberhasilan menyingkirkan Swiss membawa Argentina mencatatkan pencapaian impresif dengan lolos ke enam semifinal dalam enam turnamen besar terakhir yang mereka ikuti.
Scaloni mengaku baru menyadari catatan tersebut setelah pertandingan usai.
"Saya bahkan belum memikirkannya. Namun, itu tentu menjadi sesuatu yang sangat membanggakan," katanya.
Apabila Argentina kembali berhasil mengangkat trofi Piala Dunia, Scaloni yakin perjalanan kali ini akan lebih dikenang karena mental pantang menyerah dibandingkan permainan yang indah.
"Jika ingin mencapai semifinal, Anda harus siap menderita. Anda harus melewati semua proses itu," tegas Scaloni.
- Lionel Scaloni
- Piala Dunia 2026
- Timnas Argentina
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Piala Dunia, Tendangan Jarak Dekat Bellingham Serukan Laga Inggris Melawan Norwegia
-
Piala Dunia, Bellingham Bawa Inggris Unggul Sementara 2-1 Lawan Norwegia
-
Piala Dunia, Spanyol Lolos ke Babak 8 Besar, Tundukkan Portugal 1-0
-
Piala Dunia, Bawa Prancis Unggul Sementara, Mbappe Samai Messi dalam Mencetak Gol
-
Masa Depan Leandro Trossard di Arsenal Masih Abu-Abu, Besiktas Ajukan Tawaran Verbal 322 Miliar Rupiah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.