- Home
-
- Megapolitan
-
- Kualitas Udara Jakarta Kam...
Kualitas Udara Jakarta Kamis Pagi Masuk 10 Besar Terburuk di Dunia
Kamis, 12 Feb 2026, 08:16 WIBJAKARTA - Kualitas udara di Jakarta pada Kamis (12/2) pagi menduduki posisi 10 besar sebagai kota dengan udara terburuk di dunia dan masuk ke dalam kategori udara tak sehat.
Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.30 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di posisi ketujuh terburuk di dunia, dengan angka 169 atau masuk dalam kategori tidak sehat.
Polusi udara Jakarta, yakni PM2.5 dan nilai konsentrasi 68 mikrogram per meter kubik. Angka ini menunjukkan tingkat kualitas udara tidak sehat bagi kelompok sensitif karena dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif, atau dapat menimbulkan kerusakan pada tumbuhan maupun nilai estetika.
Sedangkan kategori tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.
Lalu, kategori baik, yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.
Kemudian, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Terakhir, berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius bagi populasi.
Kota dengan kualitas udara terburuk urutan pertama, yaitu Dhaka, Bangladesh yang berada pada angka 221. Urutan kedua, yaitu Lahore, Pakistan, dengan angka 192. Urutan ketiga ditempati Wuhan, China, dengan angka 185, dan urutan keempat adalah Delhi, India, pada angka 170.
Pada urutan kelima, terdapat Shanghai, China, dengan angka 169, urutan keenam Karachi, Pakistan, dengan angka 167, urutan kesembilan Mumbai, India, pada angka 158, dan urutan kesepuluh Seoul, Korea Selatan, dengan angka 157.
Dalam kondisi tersebut, masyarakat direkomendasikan untuk selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor dan mengaktifkan penyaring udara.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjalankan sejumlah strategi utama untuk memperbaiki kualitas udara.
Pertama, yakni perluasan jangkauan layanan bus Transjabodetabek untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, seperti Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, serta rencana pembukaan rute baru Blok M-Bandara Soekarno Hatta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan transportasi publik yang telah disediakan. Bahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menerbitkan aturan terkait pemberlakuan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat.
Selain transportasi, sektor pengelolaan sampah juga menjadi perhatian Pemprov DKI dengan mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah Intermediate Treatment Facility (ITF) di Sunter, Rorotan, Bantargebang dan Jakarta Barat. Proyek ini ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan 2026.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Update Jalur Puncak: Jadwal One Way Jakarta dan Data Volume Kendaraan
-
Awas! Hati-hati Modus Haji Ilegal, Masyarakat Indonesia Wajib Waspada!
-
Tak Kunjung Membaik, Kualitas Udara Jakarta Kembali Terburuk di Dunia Pagi Ini
-
7.795 Siswa SMP di Kudus Ikuti Tes Kompetensi Akademik
-
Perang Timur Tengah Paksa MotoGP Qatar Ditunda ke Bulan November
-
Minggu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat, Jangan Lupa Pakai Masker!
-
Jalur Bumiayu Pulih, KA Daop 9 Jember Kembali Meluncur Tepat Waktu Hari Ini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.