- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump dan Pezeshkian Sepak...
Trump dan Pezeshkian Sepakat Akhiri Perang di Timur Tengah
Jumat, 19 Jun 2026, 00:45 WIBWASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada Rabu (17/6) menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
Teheran setuju untuk mengurangi kandungan uranium yang diperkaya sebagai imbalan atas bantuan ekonomi skala besar.
Trump menandatangani nota kesepahaman tersebut saat makan malam dengan penerangan lilin di Istana Versailles setelah KTT G7, sementara tuan rumah Presiden Prancis Emmanuel Macron dan tamu lainnya bertepuk tangan, seperti yang terlihat dalam video yang diunggah oleh seorang ajudan Trump.
âBaru saja saya tandatangani,â kata Trump kepada wartawan saat keluar dari istana.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, yang dikutip oleh kantor berita negara IRNA, mengatakan bahwa dokumen tersebut telah diselesaikan dengan tanda tangan para presiden.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang menjadi mediator dalam kesepakatan tersebut, mengatakan pada tanggal X bahwa kesepakatan itu akan mulai berlaku dengan segera.
Kesepakatan itu jelasnya untuk mengakhiri perang yang dilancarkan pada 28 Februari oleh AS dan Israel, yang mendorong Iran untuk melakukan serangan balasan dengan rentetan rudal dan drone di seluruh wilayah tersebut, dan secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur penting bagi perekonomian dunia.
AS lalu menanggapi dengan memblokir pengiriman barang ke dan dari pelabuhan Iran.
âSebagai langkah pertama, Republik Islam Iran akan segera membuka kembali Selat Hormuz dan Amerika Serikat akan segera mencabut blokade angkatan laut,â tulis Sharif.
Berdasarkan teks itu, Washington juga berkomitmen untuk segera mencabut sanksi minyak yang melumpuhkan perekonomian Iran.
Setelah kesepakatan akhir tercapai mengenai program nuklir republik Islam itu, AS juga akan memfasilitasi pencairan dana rekonstruksi sebesar 300 miliar dollar AS yang didukung negara- negara regional, demikian isi kesepakatan tersebut.
Sebelumnya, kesepakatan itu dijadwalkan untuk ditandatangani oleh kepala negosiator dan ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dan Wakil Presiden AS JD Vance.
Iran mengatakan upacara tatap muka tidak lagi diperlukan.
Namun Sharif mengatakan upacara resmi akan berlangsung pada hari Jumat di Swiss dan pembicaraan teknis akan dimulai.
Iran bersikeras bahwa kesepakatan itu merupakan kegagalan AS.
âOrangorang akan melihatnya dan menilai,â kata Ghalibaf di televisi pemerintah pada Rabu malam, setelah teks tersebut dirilis oleh kedua belah pihak.
Menyoroti dampak global dari setiap kesepakatan, Tiongkok mengatakan pada hari Rabu bahwa diplomat utamanya telah menekankan kepada Teheran bahwa sangat penting bagi semua pihak untuk benar-benar melaksanakan komitmen mereka.
- Donald Trump
- Masoud Pezeshkian
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Komitmen Damai, Iran Tetap Buka Pintu Perundingan
-
Trump Sebut Kesepakatan dengan Iran Bisa Ditandatangani di Eropa Dalam Beberapa Hari ke Depan
-
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
AS dan Iran Tandatangani MoU, Lalu Lintas Selat Hormuz Dibuka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.