Penurunan Outlook Lima Bank Besar Jangan Dianggap Sepele

Rabu, 11 Feb 2026, 23:59 WIB

JAKARTA – Penurunan outlook lima bank besar Indonesia oleh Moody’s bukan persoalan teknis perbankan semata, melainkan refleksi dari meningkatnya risiko kebijakan negara. Hal ini bukan persoalan sederhana.

Pengamat kebijakan publik Fitra, Badiul Hadi mengatakan Moody’s tidak sedang meragukan fundamental bank yang secara umum masih kuat, tetapi mengirim sinyal tegas pada pasar bahwa ketidakpastian arah kebijakan fiskal, lemahnya prediktabilitas regulasi, dan kualitas komunikasi kebijakan publik telah menjadi variabel risiko utama bagi keamanan investasi.

Ket. Foto: Ilustrasi - Gedung BNI. — Sumber: ANTARA/ HO-BNI

Pendekatan Moody’s justru konservatif dan rasional. Investor global tidak hanya menghitung rasio permodalan/ likuiditas bank, tetapi juga menilai kualitas tata kelola negara sebagai penopang sistem keuangan.

Saat risiko sovereign meningkat, sektor perbankan sekuat apapun neracanya tidak bisa sepenuhnya terlepas dari dampaknya. "Artinya, outlook negatif adalah peringatan agar risiko tersebut tidak berkembang menjadi penurunan peringkat yang lebih serius," ungkap Badiul

Masalahnya terang dia bukan hanya pada Moody’s, melainkan pada kecenderungan merespon sinyal pasar dengan narasi defensif. "Menyederhanakan isu ini sebagai tidak berdampak yang justru berisiko memperlemah kepercayaan investor," tegasnya, Rabu (11/2).

Pasar butuh kepastian, bukan optimisme verbal. Tanpa perbaikan nyata pada disiplin fiskal, konsistensi kebijakan, dan transparansi pengambilan keputusan, premi risiko akan naik, biaya pendanaan meningkat dan daya saing investasi jangka menengah dapat tergerus.

Yang tidak kalah penting papar dia, penurunan outlook 5 bang harus pahami sebagai alarm reformasi kebijakan fiskal, bukan hanya evaluasi sektor perbankan.

Karena itu, reformasi kebijakan fiskal harus diarahkan secara konkret, dengan pertama, memperkuat disiplin fiskal dengan kerangka pembiayaan yang transparan dan terukur, termasuk kejelasan pengelolaan utang dan batas resiko fiskal jangka menengah.

"Kedua, konsistensi kebijakan harus dijaga dengan mengurangi perubahan regulasi yang mendadak dan minim konsultasi publik dan pasar, karena ketidakpastian regulasi biasanya diterjemahkan sebagai kenaikan premi risiko,"ungkap Badiul

Ketiga, koordinasi fiskal dan moneter perlu diperjelas dalam kerangka yang kredibel dan komunikatif, agar pasar memahami arah kebijakan secara lebih baik dan utuh.

Keempat, memperbaiki kualitas belanja negara dengan menggeser dari pendekatan ekspansif jangka pendek ke belanja produktif yang menopang pertumbuhan berkelanjutan dan inklusif berbasis penerimaan negara.

"Hemat saya, tanpa langkah langkah ini, narasi fundamental ekonomi masih kuat akan kehilangan bobot di mata investor,"pungkasnya.

Diketahui, Moody's menurunkan outlook lima bank besar Indonesia, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN). Langkah ini sejalan dengan perubahan outlook sovereign rating pemerintah Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Menurut Moody's, keputusan ini didorong oleh meningkatnya risiko terhadap kredibilitas kebijakan pemerintah, yang mempengaruhi prospek perbankan meski kondisi internal bank tetap solid.

Di sisi lain Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai keputusan Moody's Investors Service memangkas outlook lima bank kakap di Indonesia dari stabil menjadi negatif tidak akan menimbulkan dampak signifikan terhadap kondisi perbankan domestik.

Masih sehat

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan kelima bank tersebut secara struktural dan fundamental tetap sehat. "Kita sih enggak khawatir, karena secara struktural kan tidak ada isu. Secara fundamental itu enggak ada isu yang terkait dengan bank-bank kita itu," ujarnya.

Dian menambahkan, penurunan outlook oleh Moody's menjadi pekerjaan rumah bagi semua pihak. "Tentu ini perlu komunikasi yang baik, perlu data informasi yang jelas dan lain sebagainya. Bank itu memang rule of the game-nya diatur tidak hanya secara domestik, tapi juga secara global, seperti Basel Committee," jelas dia.

OJK bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan ( KSSK ) berencana menggelar pertemuan dengan Moody's untuk memberikan data dan informasi yang diperlukan, guna memastikan penilaian yang akurat terhadap bank-bank domestik.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.