IHSG Tutup Perdagangan di Zona Hijau, Pasar Modal RI Dapat Suntikan Optimisme

Rabu, 11 Feb 2026, 18:10 WIB

JAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan membaiknya sentimen investor terhadap prospek pasar modal Indonesia, seiring meningkatnya optimisme atas stabilitas ekonomi domestik dan peluang pertumbuhan emiten.

Aliran dana yang mulai kembali masuk menunjukkan persepsi risiko yang menurun, terutama di tengah ekspektasi kebijakan yang lebih akomodatif serta membaiknya kinerja sektor-sektor utama.

Ket. Foto: Seorang pria mengamati layar digital pergerakan harga saham atau IHSG di Bursa Efek Indonsia (BEI), Jakarta. — Sumber: ANTARA/ Dhemas Reviyanto

Meski demikian, reli ini masih bersifat selektif dan sangat bergantung pada konsistensi data ekonomi serta sentimen global, sehingga keberlanjutan penguatan IHSG akan ditentukan oleh kemampuan pasar menjaga kepercayaan investor dalam jangka menengah.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (11/2) sore, ditutup menguat 159,23 poin atau 1,96 persen ke posisi 8.290,96 seiring meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap pasar modal Indonesia.

Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 12,50 poin atau 1,51 persen ke posisi 841,94.

"Penguatan IHSG antara lain didorong oleh meningkatnya optimisme investor akan pasar modal Indonesia, laporan kinerja keuangan emiten, serta faktor teknikal. Rupiah juga berlanjut menguat terhadap dolar AS," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.

Ratna memproyeksikan IHSG akan melanjutkan penguatan dan menguji level 8.350-8.400 pada perdagangan Kamis (12/2/2026).

Dari kawasan Asia, data inflasi China melambat menjadi 0,2 persen year on year (yoy) pada Januari 2026, dari sebelumnya 0,8 persen (yoy) pada Desember 2025, atau merupakan yang terendah sejak Oktober 2025 dan di bawah estimasi pasar yang sebesar 0,4 persen.

Dari pasar global, pelaku pasar menantikan rilis data Existing Home Sales Amerika Serikat (AS) untuk bulan Januari 2026, yang diperkirakan mengalami kontraksi sebesar 3,40 persen month to month (mtm) atau turun ke level 4,15 juta rumah, setelah pada Desember 2026 mencatat pertumbuhan kuat sebesar 5,10 persen (mtm).

"Koreksi ini lebih mencerminkan normalisasi pasca kenaikan tajam pada bulan sebelumnya serta masih terbatasnya daya beli akibat level harga rumah yang tinggi dan aktivitas transaksi yang belum sepenuhnya stabil," ujar Ratna.

Dibuka menguat IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham.

Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat dimana sektor energi paling tinggi yaitu 5,76 persen, diikuti sektor barang konsumen non primer dan sektor industri yang naik masing-masing 5,3 persen dan 3,62 persen.

Sedangkan, satu sektor terkoreksi yaitu sektor keuangan turun minus sebesar 0,39 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PIPA, PADI, TRUE, MINA, dan RAJA.

Sedangkan, saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni SPRE, LION, VAST, DEFI, ALKA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.404.951 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 62,06 miliar lembar saham senilai Rp29,80 triliun.

iSebanyak 544 saham naik, 156 saham menurun, dan 122 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Shanghai menguat 3,62 poin atau 0,09 persen ke 4.131,97, indeks Hang Seng menguat 83,23 poin atau 0,31 persen ke 27.266,38, dan indeks Strait Times menguat 20,33 poin atau 0,41 persen ke 4.984,58.

Sementara itu, indeks Nikkei (Jepang) libur memperingati Hari Peringatan Yayasan Nasional negara tersebut.

  • Ihsg hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.