Lawan Sisa Banjir, Pemkab Bekasi Gas Pol Normalisasi Irigasi: Petani Karangsegar Akhirnya Bisa Bernapas Lega?
Selasa, 10 Feb 2026, 20:15 WIBKABUPATEN BEKASI -Â Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi bersama Perum Jasa Tirta (PJT) II resmi memulai normalisasi besar-besaran pada saluran sekunder Bendung Kedung Gede (BKG) di Kecamatan Pebayuran guna memulihkan sektor pertanian yang lumpuh pascabanjir.
Proyek normalisasi sepanjang 25 kilometer ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah untuk menjamin distribusi air irigasi kembali menjangkau wilayah hilir, seperti Desa Karangharja dan Karangsegar, yang sempat terputus akibat pendangkalan hebat. Camat Pebayuran, Hasyim Adnan Adha, menegaskan di lokasi proyek, Selasa (10/2), bahwa langkah ini adalah bentuk respons cepat untuk menyelamatkan produktivitas lahan sawah yang menjadi urat nadi perekonomian warga setempat.
"Mengingat cakupan yang cukup panjang, pelaksanaan normalisasi diprioritaskan pada titik-titik yang dinilai paling urgent dan kritis," kata Camat Pebayuran Hasyim Adnan Adha di lokasi, Selasa.
Ia menyampaikan kegiatan normalisasi ini menjadi bagian penting dalam penanganan usai bencana banjir yang berdampak langsung pada sektor pertanian masyarakat khususnya area sawah-sawah di wilayah hilir.
"Normalisasi ini tujuannya supaya air irigasi bisa kembali mengairi seluruh sawah-sawah yang ada, terutama sawah yang berada di wilayah hilir seperti Desa Karangharja dan Desa Karangsegar," katanya.
Kegiatan ini dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan sejumlah lintas sektor terkait di antaranya aparatur Kecamatan Pebayuran, Koramil dan Polsek Pebayuran, BBWS Citarum, PJT II, Dinas SDABMBK, Kementerian Pertanian, pemerintah desa hingga masyarakat setempat.
"Kami terus bahu-membahu, melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar penanganan ini berjalan efektif dan segera terselesaikan secara maksimal," katanya.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi Henri Lincoln menyatakan kegiatan normalisasi di titik tersebut ditargetkan tuntas dalam kurun waktu satu bulan ke depan.
Sebanyak dua alat berat jenis ekskavator dikerahkan untuk optimalisasi pekerjaan tersebut.
Satu alat milik PJT II ditempatkan di BKG 16 sedangkan milik Dinas SDABMBK berada pada titik BKG 26.
Henri berharap pekerjaan normalisasi ini dapat segera memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya para petani sekaligus menjadi langkah antisipasi mengurangi potensi banjir maupun gangguan irigasi di masa mendatang.
"Melalui sinergi lintas instansi ini, semoga bermanfaat bagi petani-petani kita agar mereka dapat kembali beraktivitas normal usai terdampak banjir. Dengan upaya percepatan ini, kami berharap dapat meningkatkan produktivitas sekaligus mengangkat perekonomian petani lokal kita," kata dia.
- kabupaten bekasi
- banjir bekasi
- pertanian bekasi
- pebayuran
- bendung kedung gede
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Masih Ada Rumah Tanpa Listrik di Bekasi, Pemkab Fasilitasi Program Listrik Gratis
-
Pemkab Bekasi Tancap Gas Menuju Pilkades Digital 2026, Ini Persiapannya
-
Darurat! Kementerian PU Percepat Penanganan Banjir Karawang dan Bekasi
-
Hujan Sehari, Bekasi Lumpuh Dikepung Banjir
-
Menkeu Purbaya Lantik Robert Leonard Marbun sebagai Sekjen Kemenkeu
-
Ramadhan Jadi Momentum Perbaikan, BGN Benahi Kemasan, Komposisi, dan Transparansi MBG
-
Skor Persaingan Usaha Meningkat, Sinyal Baik atau Tantangan Baru bagi Bisnis Kecil?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.