Universitas Brawijaya Kukuhkan 10 Guru Besar Baru pada Februari 2026: Fokus Inovasi Sains dan Teknologi

Senin, 09 Feb 2026, 19:08 WIB

MALANG - Universitas Brawijaya (UB) kembali memperkuat jajaran intelektualnya dengan mengukuhkan 10 guru besar baru dari berbagai disiplin ilmu yang terbagi dalam dua gelombang pengukuhan pada Selasa (10/2) dan Rabu (11/2). 

Untuk pengukuhan yang dilaksanakan pada Selasa (10/2) adalah Prof Defri Yona sebagai profesor bidang pencemaran laut, Prof Fadly Usman sebagai profesor bidang ilmu manajemen kebencanaan, Prof Riyanto Haribowo sebagai profesor bidang ilmu kualitas air dan lingkungan, Prof Achmad Effendi sebagai profesor bidang statistika komputasi sosial ekonomi, dan Prof Trisilowati sebagai profesor bidang matematika biologi.

Ket. Foto: Empat dari 10 guru besar yang akan menjalani pengukuhan memberikan keterangan di Gedung Samantha Krida, Universitas Brawijaya di Kota Malang, Jawa Timur, Senin (9/2). — Sumber: ANTARA/Ananto Pradana

Sementara lima profesor yang dikukuhkan pada Rabu (11/2), yaitu Prof Mashudi dikukuhkan sebagai profesor bidang ilmu teknologi pakan ternak ruminansia, Prof Prija Jatmika sebagai profesor bidang ilmu hukum pidana, Prof Tri Yudani Mardining Raras sebagai profesor bidang biokimia biomolekuler, Prof Agustin Iskandar sebagai profesor ilmu patologi klinik/penyakit infeksi, dan Prof Tatit Nurseta sebagai profesor bidang ilmu obstetric dan ginekologi.

Prof Defri Yona dalam sesi konferensi pers di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur, Senin, menyatakan mengembangkan kerangka integratif resiko solutif (Keris Laut) untuk mendukung upaya pengendalian pencemaran laut.

"Kita tahu pencemaran laut itu berasal dari polutan yang masuk ke ekosistem laut, memberi dampak terhadap biota dan akhirnya ke manusia. Kita usahakan untuk melakukan pengendalian," kata Defri.

Metode yang dia kembangkan mengintegrasikan antara alur perpindahan pencemaran, proses akumulasi, tingkat risiko ekologis dengan kesehatan untuk menjadi menjadi satu sistem.

Keris Laut menyediakan dasar mengidentifikasi area pencemaran dan menentukan prioritas penanganan sekaligus merancang strategi mitigasi yang sesuai dengan karakteristik ekosistem serta tingkat resiko.

Sementara itu, Prof Agustin Iskandar menyampaikan mengembangkan model host oriented prognostic evaluation in infectious disease (HOPE-ID) sebagai pendekatan prognostik berbasis biomarker pada penyakit infeksi.

"Model ini mengintegrasikan biomarker inflamasi, disfungsi endotel, parameter molekuler, dan faktor klinis kontekstual dalam satu kerangka evaluasi prognostik," kata Agustin.

Dia menjelaskan HOPE-ID mempunyai kekuatan pada aspek pendekatan yang menggunakan multidimensional, relevansi lintas spektrum, dan potensi untuk dikembangkan melalui integrasi dengan kecerdasan buatan.

Pola tersebut bertujuan mendukung pengambilan keputusan klinis yang lebih presisi dan tepat waktu.

"HOPE-ID merepresentasikan pergeseran paradigma patologi klinik dari sekadar penegakan diagnosis menuju prediksi luaran klinis yang lebih bermakna dan presisi," ujar dia.

  • malang
  • universitas brawijaya
  • guru besar ub
  • pengukuhan profesor
  • hope-id

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Pascakebakaran, 120 Bangunan di Desa Adat Sade Lombok Hangus Terbakar

Bupati Bogor Beri Kejutan! Tim Angklung HUT RI Diboyong Jalan-Jalan ke Taman Safari

Bikin Anak Pengungsi Tersenyum, Polri Gelar Trauma Healing Pascagempa Manggarai

Jonatan Nomor Satu Dunia Tunggal Putra Bulu Tangkis

Tebing Gunung Gajah, Menantang dan Keras Kepala tetapi Luar Biasa Indah

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.