Kendala Lahan dan Manajemen, Gubernur Papua Minta Pemda Serius Tangani Koperasi Merah Putih

Senin, 09 Feb 2026, 20:54 WIB

JAYAPURA - Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, memberikan instruksi keras kepada jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pemerintah kabupaten dan kota untuk segera mempercepat pengembangan Koperasi Merah Putih di seluruh wilayah Bumi Cendrawasih.

Dalam pernyataannya di Jayapura, Senin (9/2), Fakhiri mengungkapkan keprihatinannya lantaran dari total 999 kampung di Papua, tercatat baru 10 unit Koperasi Merah Putih yang berstatus aktif. Ia menekankan bahwa program prioritas nasional di era Presiden Prabowo Subianto ini tidak boleh hanya berhenti pada tataran administratif, melainkan harus hadir sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan yang menyentuh langsung

Ket. Foto: Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri. — Sumber: ANTARA/Qadri Pratiwi

“Kehadiran koperasi Merah Putih merupakan salah satu instrumen penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan serta mendorong kemandirian ekonomi berbasis kampung,” katanya.

Papua, menurut dia, memiliki 999 kampung namun baru 10 Koperasi Merah Putih yang aktif. "Untuk itu saya minta seluruh kepala daerah harap memperhatikan hal ini karena implementasi masih jauh dari harapan".

Ia menjelaskan karena kehadiran Koperasi Merah Putih masih terbatas pada sejumlah wilayah tertentu maka hal tersebut menjadi perhatian seluruh kepala daerah, pemerintah kabupaten, kota dan provinsi agar program nasional itu tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga benar-benar berfungsi sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

“Koperasi tersebut dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi warga, mulai dari distribusi kebutuhan pokok, pengelolaan usaha kecil, hingga penguatan produk lokal di tingkat kampung. Oleh sebab itu, peran pemerintah kabupaten dan kota dinilai sangat penting dalam memastikan kesiapan sumber daya, manajemen, serta pendampingan bagi pengurus koperasi,” katanya lagi.

Lebih lanjut ia mengatakan memang ketersediaan lahan yang tidak bermasalah menjadi salah satu persyaratan utama dalam pembangunan gerai Koperasi Merah Putih mengingat setiap gerai membutuhkan lahan minimal seluas 1.000 meter persegi.

“Untuk itu saya bakal memperkuat lagi koordinasi dengan seluruh kepala daerah kabupaten/kota serta menginstruksikan Kepala Dinas Koperasi Provinsi Papua untuk lebih aktif mengawal pelaksanaan program Koperasi Merah Putih di setiap wilayah,” ujar dia.

Ia mengatakan telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Koperasi dalam rangka penguatan implementasi program Koperasi Merah Putih yang merupakan salah satu program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto.

“Kami akan pastikan bahwa Program Koperasi Merah Putih ini jalan di Provinsi Papua dengan begitu pertumbuhan ekonomi petani, nelayan, masyarakat perkebunan, serta pelaku UMKM dapat meningkat sehingga berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” katanya.

  • gubernur papua
  • koperasi merah putih
  • ekonomi kampung
  • mathius d fakhiri
  • papua maju
  • umkm papua

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.