- Home
-
- Megapolitan
-
- Update Wilayah Rawan Longs...
Update Wilayah Rawan Longsor Jakarta Maret 2026: Lokasi, Penyebab, dan Cara Mitigasi
Kamis, 12 Mar 2026, 08:30 WIBJAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi terjadinya gerakan tanah atau tanah longsor di sejumlah wilayah ibu kota selama Maret 2026. Peringatan ini disampaikan berdasarkan peta potensi gerakan tanah yang dirilis oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Dalam peta tersebut, sebagian wilayah Jakarta tercatat memiliki potensi gerakan tanah dengan kategori menengah. Kondisi ini dapat terjadi terutama ketika curah hujan meningkat di atas normal, khususnya di kawasan yang memiliki lereng, tebing, atau berada di sekitar aliran sungai.
BPBD menjelaskan bahwa daerah dengan potensi gerakan tanah menengah berpeluang mengalami longsor saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi dalam waktu lama. Risiko tersebut biasanya meningkat pada kawasan yang berada di lembah sungai, tebing jalan, atau lereng yang stabilitas tanahnya terganggu.
Sejumlah kecamatan di Jakarta Selatan tercatat masuk dalam kategori wilayah dengan potensi gerakan tanah menengah. Berikut daftar wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan.
- Cilandak
Kecamatan Cilandak termasuk wilayah yang memiliki potensi gerakan tanah menengah menurut pemetaan PVMBG. Kondisi ini dapat meningkat ketika curah hujan tinggi berlangsung dalam waktu lama.
- Jagakarsa
Jagakarsa juga masuk dalam daftar wilayah dengan risiko gerakan tanah menengah. Kawasan ini memiliki sejumlah area yang berada di sekitar aliran sungai dan lereng.
- Kebayoran Baru
Wilayah Kebayoran Baru turut tercatat dalam peta potensi gerakan tanah menengah. Kondisi tanah dapat menjadi tidak stabil ketika terjadi akumulasi air hujan di dalam tanah.
- Kebayoran Lama
Beberapa area di Kebayoran Lama memiliki karakteristik tanah yang berpotensi mengalami pergerakan. Risiko ini meningkat terutama pada kawasan yang memiliki kemiringan tanah tertentu.
- Mampang Prapatan
Mampang Prapatan juga masuk dalam kategori wilayah dengan potensi gerakan tanah menengah. Warga di wilayah ini diminta meningkatkan kewaspadaan saat curah hujan tinggi.
- Pasar Minggu
Kecamatan Pasar Minggu tercatat memiliki potensi pergerakan tanah terutama di area yang berada dekat lembah sungai. Kondisi ini dapat memicu longsor jika curah hujan meningkat.
- Pesanggrahan
Pesanggrahan juga termasuk wilayah dengan potensi gerakan tanah menengah. Daerah yang berada di sekitar tebing atau lereng menjadi titik yang perlu diwaspadai.
Selain wilayah Jakarta Selatan, potensi serupa juga ditemukan di beberapa kawasan Jakarta Timur. Dua kecamatan yang tercatat memiliki risiko gerakan tanah menengah berada di wilayah tersebut.
- Kramat Jati
Kramat Jati masuk dalam daftar wilayah dengan potensi gerakan tanah menengah. Risiko longsor dapat meningkat ketika hujan deras terjadi dalam waktu lama.
- Pasar Rebo
Pasar Rebo juga termasuk wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gerakan tanah. Kawasan ini memiliki beberapa area yang berdekatan dengan aliran sungai dan lereng tanah.
BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut agar meningkatkan kewaspadaan terutama saat hujan deras berlangsung lama. Kondisi tersebut dapat memicu pergerakan tanah yang berpotensi menyebabkan longsor.
Warga juga diminta melakukan langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana tanah longsor. Salah satunya dengan menghindari pembangunan di kawasan rawan seperti lereng curam, tebing, atau wilayah dengan kondisi tanah yang tidak stabil.
Selain itu masyarakat disarankan membangun tanggul atau struktur penahan tanah di sekitar permukiman. Langkah ini dinilai dapat membantu mengurangi potensi pergerakan tanah yang dapat merusak bangunan.
Pembuatan saluran drainase yang baik juga menjadi bagian penting dalam pencegahan longsor. Saluran air yang lancar dapat membantu mengalirkan air hujan sehingga tidak menumpuk di dalam tanah.
BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan tidak menebang pohon secara sembarangan. Akar pohon yang kuat dapat membantu menjaga kestabilan tanah dan mengurangi risiko longsor.
Warga yang tinggal di kawasan rawan juga diminta menyiapkan Tas Siaga Bencana yang berisi perlengkapan darurat. Tas tersebut dapat membantu proses evakuasi apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat.
Selain itu masyarakat diminta selalu memantau informasi cuaca serta peringatan dini gerakan tanah dari instansi resmi. Informasi tersebut penting untuk membantu warga mengambil langkah cepat apabila muncul potensi bencana.
BPBD juga mengingatkan warga agar tidak menunda proses evakuasi jika kondisi cuaca semakin ekstrem atau muncul tanda-tanda longsor. Masyarakat diharapkan segera berpindah ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Langkah mitigasi serta kesiapsiagaan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mengurangi dampak bencana tanah longsor. Dengan kewaspadaan sejak dini, risiko korban jiwa maupun kerugian material diharapkan dapat diminimalkan.
- Mitigasi Bencana
- Pemprov DKI Jakarta
- rawan longsor
- BPBD DKI Jakarta
- Potensi Longsor
- Tanah Longsor
- Petakan Lokasi Rawan Longsor dan Genangan
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
115 RT di Jakarta Masih Terendam Banjir, Ketinggian Air Capai 2,4 Meter
-
Peran Organisasi Keagamaan dalam Pembangunan Sosial Jakarta Menurut Wagub Rano Karno
-
Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
-
Fasilitas Belum Optimal dan Picu Macet, Dishub DKI Evaluasi Total CFD Koridor Rasuna Said
-
IWDF 2026 Digelar, Jakarta Perkuat Posisi Sebagai Kota Global dengan Libatkan 1.200 Penari
-
Tanah Longsor di Dramaga sebabkan Satu Warga Meninggal
-
Mulai dari Rumah! Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.