Gerakan Jaga Jakarta Bersih: Kerja Bakti Massal Serentak di 5 Wilayah DKI

Minggu, 08 Feb 2026, 14:05 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti massal "Jaga Jakarta Bersih" di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (8/2). Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Jakarta sebagai upaya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, bersih, dan sehat, sekaligus mencegah banjir.

Pramono mengatakan gerakan "Jaga Jakarta Bersih" merupakan kegiatan kolaboratif lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat. Salah satu inisiator utama kegiatan ini adalah PMI Pusat yang memberikan dukungan nyata berupa bantuan peralatan kebersihan.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti massal "Jaga Jakarta Bersih" di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (8/2). — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Hari ini kita bersama-sama mengikuti kerja bakti gotong royong yang dicanangkan secara serentak di seluruh Jakarta, yang kita sebut dengan Jaga Jakarta Bersih. Salah satu inisiator kegiatan ini adalah PMI Pusat yang dipimpin oleh Pak Jusuf Kalla, dan jumlah yang terlibat secara keseluruhan mencapai 171.134 orang di seluruh wilayah," ujar Pramono.

Di lokasi berbeda, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno turut menghadiri dan mengikuti gerakan "Jaga Jakarta Bersih" di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Bersama jajaran Pemprov DKI Jakarta, Rano ikut terlibat langsung dalam kerja bakti membersihkan lingkungan.

Rano menjelaskan kegiatan tersebut merupakan arahan langsung dari Gubernur Pramono untuk mengantisipasi berbagai potensi masalah lingkungan, khususnya pada masa pancaroba. Menurutnya, peralihan musim hujan ke kemarau kerap memicu peningkatan risiko penyakit.

"Biasanya setelah musim hujan masuk ke musim kemarau, yang kita antisipasi adalah DBD, sehingga genangan harus dibereskan dan saluran diperbaiki. Dalam kegiatan ini, dikerahkan hampir 60 unit alat berat dan 144 dump truck di 66 lokasi prioritas sesuai Instruksi Sekretaris Daerah Nomor 2 Tahun 2026," kata Rano.

Sementara itu, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menekankan pentingnya tanggung jawab bersama seluruh warga Jakarta dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia menilai saluran air yang tersumbat masih menjadi persoalan utama penyebab banjir di Ibu Kota.

"Banjir terjadi karena air yang masuk lebih banyak daripada yang keluar, dan jalan keluarnya ada di sungai, gorong-gorong, serta selokan yang harus dibersihkan. Setiap rumah cukup satu jam seminggu membersihkan selokan di depan rumahnya, jika semua warga bergerak, Jakarta akan jauh dari banjir," ujar Jusuf Kalla.

Secara terpisah, pelaksanaan "Jaga Jakarta Bersih" tingkat kota digelar di sejumlah titik. Jakarta Pusat dipusatkan di Cempaka Putih RT 07, Jakarta Timur di Pintu Air Cipinang Melayu, Jakarta Selatan di Inspeksi Kali Ciliwung, Jakarta Barat di Jalan Pulau Nangka, dan Jakarta Utara di Danau Bisma, Tanjung Priok.

Kegiatan ini melibatkan aparatur sipil negara, Penyedia Jasa Lainnya Perorangan, tenaga ahli, serta masyarakat dari tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan. Total ASN yang terlibat mencapai 67.772 orang, PJLP sebanyak 81.221 orang, petugas Dinas Lingkungan Hidup 2.920 orang, serta petugas PPSU dan Sumber Daya Air sebanyak 19.221 orang.

Dalam pelaksanaannya, PMI turut menyalurkan bantuan peralatan kebersihan berupa 5.000 cangkul, 5.000 sekop, 1.000 gerobak sorong, dan 3.000 karung sampah. Setiap kota administrasi menerima masing-masing 1.000 cangkul, 1.000 sekop, 200 gerobak sorong, dan 600 karung sampah untuk mendukung kelancaran kerja bakti.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.