Jumlah SPPG di Kaltim Bertambah Menjadi 173 Unit
Sabtu, 07 Feb 2026, 23:34 WIBSamarinda - Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kalimantan Timur mencatat penambahan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi 173 unit berdasarkan surat keputusan (SK) terbaru.
"Terkait belum meratanya penerimaan Makan Bergizi Gratis (MBG), kami mohon maaf apabila masih terdapat siswa yang belum menerima manfaat tersebut, namun pembentukan SPPG terus dikejar terutama wilayah perbatasan," kata Pendamping Kepala Regional BGN Kaltim Sirajul Amin di Samarinda, Sabtu.
Sirajul menjelaskan sebaran dari total 173 unit yang ditetapkan dalam SK, sebanyak 134 unit di antaranya kini telah resmi beroperasi penuh melayani kebutuhan gizi siswa.
Kota Samarinda menempati urutan tertinggi penerima program dengan 51 unit berdasarkan SK, di mana 40 unit di antaranya sudah beroperasi aktif di lapangan. Posisi kedua ditempati oleh Kabupaten Kutai Kartanegara yang mencatatkan 35 unit berdasarkan SK dengan realisasi operasional sebanyak 26 unit layanan.
Kota Balikpapan menyusul pada urutan ketiga dengan total 28 unit dalam SK dan 21 unit yang telah aktif menyalurkan paket makanan bergizi kepada penerima manfaat.
Sebaran data juga menunjukkan Kota Bontang memiliki 18 unit berdasarkan SK dengan 15 unit beroperasi, sedangkan Kabupaten Kutai Timur memiliki 15 unit SK dan 11 unit yang sudah berjalan.
Wilayah Kabupaten Berau mencatatkan 12 unit SK dengan 10 unit beroperasi, serta Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dengan 8 unit SK dan 5 unit yang telah beroperasi.
Untuk Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Paser, masing-masing wilayah memiliki jumlah yang sama yakni 3 unit berdasarkan SK dan seluruhnya tercatat telah beroperasi 100 persen.
Meskipun Kabupaten Mahakam Ulu masih nihil, Sirajul mengonfirmasi pembangunan fisik di wilayah terjauh tersebut sebenarnya telah rampung dan kini menjalani tahap penilaian akhir.
Sirajul menegaskan bahwa percepatan ini dilakukan demi mengejar target pembangunan total 372 SPPG untuk memastikan pemerataan distribusi pangan bagi seluruh siswa di provinsi tersebut.
Setiap satu unit SPPG didesain secara khusus untuk melayani maksimal 3.000 porsi per hari dengan radius distribusi terbatas hanya enam kilometer demi menjaga kualitas serta kesegaran makanan.
Selain fokus utama pada perbaikan nutrisi, proyek masif ini membawa dampak positif signifikan bagi lapangan kerja dengan potensi serapan mencapai 18.600 orang yang mengutamakan warga lokal.
"Setiap unit layanan direncanakan akan memberdayakan sekitar 50 personel yang terdiri dari staf ahli BGN serta relawan yang direkrut langsung dari lingkungan sekitar sekolah," papar Sirajul.
- SPPG
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pelatihan Kru SPPG dalam Menghadapi Kebakaran
-
Pendampingan Intensif pada Sejumlah SPPG dalam Pengelolaan Limbah
-
SPPG Harus Menjaga Kualitas Makanan Selama Ramadan
-
44 SPPG di Kota Kediri Sudah Memiliki SLHS
-
53 SPPG di Tulungagung Belum Mengajukan SLHS
-
Geopolitik Memanas! Rupiah Hari Ini Melemah Saat Risiko Perang Terbuka AS–Israel dan Iran Meningkat
-
Sertifikasi SPPG Jangan hanya Sekadar Formalitas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.