Sekolah Rakyat Didorong Jadi Jaring Pengaman Pendidikan Anak Miskin
Jumat, 06 Feb 2026, 01:00 WIBJakarta - Anggota Komisi VIII DPR Atalia Praratya mengharap program Sekolah Rakyat dapat menjadi jaring pengaman sosial di bidang pendidikan agar tidak ada anak yang terhambat belajar hanya karena keterbatasan ekonomi.
Seperti dikutip dari Antara, Atalia juga mengapresiasi Sekolah Rakyat yang diinisiasi Kementerian Sosial sebagai upaya negara membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
"Sekolah Rakyat adalah ikhtiar negara yang sangat strategis. Namun, keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh ketepatan sasaran, kualitas pendampingan, serta integrasi dengan layanan perlindungan sosial lainnya,"Â kata Atalia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (5/2).
Atalia menilai perlu ada kolaborasi multipihak dan sinergi lintas sektoral antara Kemendikbud, Kemensos, Kementerian PPA, KPAI serta dengan pemerintah daerah, masyarakat dan sekolah dalam mewujudkan ruang sekolah yang aman.
Menurut dia, tidak hanya aman untuk tempat mengajar, tetapi juga bisa mendeteksi lebih dini potensi kesulitan pada anak sehingga ada terapi pendekatan psikososial untuk mencegah kasus kasus bunuh diri pada anak seperti yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT)
"Negara harus hadir tidak hanya melalui pembangunan fisik sekolah, tetapi juga melalui kepekaan sosial, pendampingan, dan keberpihakan nyata kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu. Pendidikan adalah hak dasar, bukan beban,"Â ujarnya.
Oleh sebab itu, menurut Atalia, program Sekolah Rakyat harus benar benar lebih selektif dalam memilih lokasi, tidak hanya di wilayah perkotaan tapi juga di wilayah pedesaan.
Alasannya, sebut dia, karena kemiskinan lebih banyak terjadi di desa ketimbang di kota. Pemilihan lokasi Sekolah Rakyat yang selama ini lebih banyak di kota, membuat SR jauh dari jangkauan anak miskin yang kebanyakan ada di pedesaan dan merasa seolah anak menjadi terbuang dari lingkungan ketika harus masuk SR yang ada di perkotaan.
Dengan pemilihan lokasi Sekolah Rakyat yang lebih selektif, diharapkan program ini bisa benar benar tepat sasaran, yaitu menjangkau masyarakat miskin dan miskin ekstrem.
Komisi VIII DPR RI, lanjut Atalia, akan terus mengawal kebijakan perlindungan sosial dan pendidikan inklusif agar setiap anak Indonesia, tanpa terkecuali, dapat tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik.
- Sekolah Rakyat
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
DPR Dukung Opera Batak Tona Sian Huta untuk Perkuat Pariwisata Danau Toba
-
Telkom Akses Raih Penghargaan Kepatuhan Regulasi di IRCA 2026
-
Heboh Teror Pocong di Galur dan Panjatan, Pemkab Kulon Progo Minta Masyarakat Waspada Hoaks.
-
Perkuat Ekspor, Wamendag Roro Bidik Pasar Strategis Asia Tengah
-
Dinsos Kabupaten Lebak: Minat Anak untuk Sekolah Rakyat di Lebak Cukup Tinggi
-
Daerah Diminta Berhenti Bergantung, Saatnya Hidupkan Ekonomi Lokal
-
Jalan Lenteng Agung Amblas, Arus Lalu Lintas Dialihkan di Sekitar Gang Empang.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.