Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik Masuki Tahap Operasional pada 2027

Jumat, 06 Feb 2026, 01:00 WIB

JAKARTA – Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) ditargetkan mulai beroperasi tahun depan, menandai langkah strategis pemerintah menjawab persoalan pengelolaan sampah dan kebutuhan energi. Langkah awal akan dimulai tahun ini meski target operasi penuh berjalan bertahap hingga 2034.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menuturkan hal itu sesuai dengan peta jalan yang disiapkan Kementerian ESDM. PLTSa ini ditargetkan memiliki kapasitas terpasang yang signifikan sebagai bagian dari bauran Energi Baru Terbarukan (EBT).

Ket. Foto: Ilustrasi - Petugas melakukan pengawasan mesin pengolahan sampah menjadi energi listrik pada instalasi pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) Putri Cempo di Solo, Jawa Tengah. — Sumber: ANTARA FOTO/ Mohammad Ayudha

"Dari groundbreaking kan biasanya penyesuaian sekitar 1,5 tahun-2 tahun apabila lahannya sudah tersedia. Diharapkan itu nanti sekitar 2027 sudah ada (PSEL) yang mulai beroperasi," tegasnya dikutip dari laman resmi esdm go.id, Kamis (5/2).

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pengelolaan sampah nasional harus dilakukan secara serius dan terintegrasi melalui peluncuran Gerakan Indonesia ASRI, seiring ancaman overkapasitas hampir seluruh TPA pada 2028. Karenanya, pemerintah akan memulai pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota tahun ini dengan target mulai berfungsi dalam dua tahun, sambil mendorong sinergi kuat pusat–daerah untuk mengatasi krisis sampah.

"Ini saya minta groundbreaking berapa bulan ini dilaksanakan. Ini kita perkirakan 2 tahun lagi segera berfungsi," kata Prabowo di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2).

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan Jakarta akan segera bergabung dengan lima daerah lain dalam pengembangan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), menandai percepatan agenda waste to energy sebagai solusi ganda atas persoalan sampah perkotaan sekaligus penguatan pasokan energi nasional.

“Segera menyusul sembilan (pemda) lagi, termasuk Jakarta, Lampung, Tangerang,” ujar Zulhas dalam konferensi pers selepas Rapat Koordinasi Terbatas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan Jakarta, Kamis (5/2).

Zulhas menyampaikan percepatan program pengolahan sampah menjadi listrik atau waste to energy merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo ihwal Gerakan Indonesia ASRI atau Aman, Sehat, Resik, Indah.

Siapkan Lahan

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan pengembangan PSEL Jakarta masih menunggu surat resmi, meski Pemda telah menyiapkan lahan 10 hektare di Bantar Gebang, sementara Bandung dan Makassar juga segera menyusul; setelah persetujuan rakortas Menko Pangan, proyek akan diverifikasi tim lintas kementerian sebelum diproses lebih lanjut melalui Danantara.

“Jadi, paling tidak ada tiga aglomerasi lagi yang akan dibahas nanti dalam rakortas di Menko,” kata Hanif.

Adapun Pemprov DKI Jakarta menyiapkan lahan PSEL seluas 9,6 hektare untuk mengurai sampah produksi wilayah tersebut dengan volume mencapai 8.500 ton per hari. Pembangunan fasilitas ini direncanakan dimulai pada Mei 2026.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.