KY Dukung KPK OTT Hakim Depok, Tegaskan Zero Tolerance terhadap Segala Bentuk Pelanggaran
Jumat, 06 Feb 2026, 14:32 WIBJAKARTA - Komisi Yudisial (KY) mendukung langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penegakan hukum atas dugaan praktik suap yang melibatkan Wakil Ketua PN Depok berinisial BS. Â
"KY mendukung langkah KPK untuk melakukan penegakan hukum dugaan kasus transaksional dalam penanganan perkara. KY sangat menyesalkan tindakan ini karena mencederai kehormatan dan keluhuran martabat seorang hakim," ungkap Wakil Ketua KY Desmihardi dalam keterangan resmi di laman Komisi Yudisial, Jumat (6/2).
Desmihardi mengatakan, KY dan Mahkamah Agung (MA) memiliki visi yang sama dalam mewujudkan peradilan bersih. Bahkan, Ketua MA Prof. Sunarto tidak akan menoleransi segala bentuk penyimpangan layanan, termasuk layanan transaksional. Karena itu, KY akan bersinergi dan mendukung Pimpinan MA yang terus bersih-bersih di lingkungan MA dan badan peradilan di bawahnya.Â
âPraktik transaksional tidak hanya merusak integritas, tetapi juga menurunkan kepercayaan publik terhadap peradilan di Indonesia. KY dan MA dengan tegas akan menerapkan prinsip "zero toleranceâ, yang berarti tidak ada tempat bagi pelanggaran atau penyimpangan dalam bentuk apapun, termasuk dalam hal pelayanan transaksional. KY bersama MA siap menegakkan kode etik dan mengambil tindakan keras," tegas Desmihardi.
Presiden RI Prabowo Subianto telah mengumumkan kenaikan gaji hakim karier hingga 280 persen. Kebijakan ini merupakan bentuk perhatian terhadap kesejahteraan hakim. Peningkatan kesejahteraan ini seharusnya diikuti dengan komitmen moral hakim untuk menjaga integritas dan kemandirian.Â
"Perbuatan terduga Waka PN Depok telah mengabaikan Instruksi Presiden Prabowo yang telah memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan hakim dengan menaikan tunjangan hakim," tegas Desmihardi.
Ia mengatakan, KY akan segera menindaklanjuti masalah ini dengan berkoordinasi dengan KPK dan MA untuk pendalaman lebih lanjut.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Taiwan Tertarik Garap Pertanian Cerdas di Indonesia, Teknologi Jadi Kunci
-
Penggunaan QRIS Meledak! Era Transaksi Cashless Makin Tak Terbendung
-
OTT Bupati Lombok Barat, KPK Tangkap Satu Orang Lagi
-
Menlu RI Sugiono dan Menlu Tiongkok Wang Yi Gelar Pertemuan di Jakarta
-
Jaga Produksi Pangan Nasional, Kementan Siapkan 56 Ribu Pompa Air Hadapi Kemarau 2026.
-
Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed dan Dua Wakilnya Ditangkap terkait Penerimaan Mahasiswa Baru
-
KPK Ungkap Identitas 8 Orang yang Diperiksa Intensif terkait OTT Bupati Lombok Barat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.