Modernisasi Sekolah, Sri Lanka Mulai Reformasi Pendidikan Berbasis Digital

Rabu, 04 Feb 2026, 22:34 WIB

KOLOMBO - Sri Lanka akan meluncurkan transformasi besar-besaran di sektor pendidikan untuk membangun tenaga kerja terampil dan mempercepat pembangunan nasional, kata Presiden Sri Lanka Anura Kumara Dissanayake pada Rabu (4/2).

Dalam pidatonya pada peringatan Hari Kemerdekaan Nasional ke-78, sang presiden menyatakan bahwa reformasi ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat modern berbasis pengetahuan yang mampu bersaing dengan negara-negara maju. Dia menuturkan bahwa Sri Lanka harus mengganti pola pikir kuno dengan kemajuan, memperkuat persatuan, serta membekali generasi muda dengan pendidikan, teknologi, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ekonomi.

Dissanayake mengatakan bahwa pemerintah siap untuk memulai "era transformatif" di sektor pendidikan guna melahirkan warga negara yang berpengetahuan, penuh kasih, dan kompeten dari segi teknologi, seraya menambahkan bahwa modal manusia akan menjadi pendorong utama pembangunan negara.

Dia menekankan bahwa persatuan nasional, stabilitas sosial, dan supremasi hukum merupakan fondasi penting untuk membangun kembali ekonomi dan memulihkan posisi Sri Lanka di komunitas internasional.

Sri Lanka meraih kemerdekaan pada 1948 setelah lebih dari satu abad berada di bawah kekuasaan kolonial. Dissanayake menyatakan bahwa Sri Lanka kini harus fokus pada pembangunan kembali bangsa melalui pembangunan berkelanjutan dan lembaga-lembaga yang lebih kuat untuk generasi mendatang. Ant/Xinhua

Ket. Foto: — Sumber: AFP/Ishara S. Kodikara

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.