Miris, Siswa SD di NTT Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu
Rabu, 04 Feb 2026, 07:35 WIBNGADA - Kasus seorang siswa SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara timur, yang bunuh diri karena tidak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10.000, harus menjadi cambuk bagi semua pihak.
âYa, ini harus menjadi cambuk ya,â ujar Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar  yang akrab disapa Cak Imin di kawasan Gambir, Jakarta, Selasa (3/2) malam.
Selain itu, dia mengatakan kasus tersebut menjadi pengingat agar semua pihak harus membuka diri untuk mudah dimintai tolong oleh siapa pun.
âKita juga harus cari akar masalah frustrasi sosial itu sudah sejauh mana,â katanya.
Sebelumnya, seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT, mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya yang berinisial MGT dan berusia 47 tahun.
Dalam surat itu, sebagaimana telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, korban menuliskan:
âSurat buat Mama ****
Mama saya pergi dulu
Mama relakan saya pergi
Jangan menangis ya Mama
Tidak perlu Mama menangis dan mencari, atau mencari saya
Selamat tinggal Mamaâ.
Korban tersebut diketahui tinggal bersama neneknya, karena ibundanya, yang merupakan orang tua tunggal, bekerja sebagai petani dan serabutan. Ibunda korban mengurusi lima orang anak, termasuk korban yang telah meninggal dunia.
Berita Terkait:
-
Status Gunung Sinabung Naik dari Waspada Menjadi Siaga
-
Menbud Ajak Masyarakat Rawat Bahasa dan Budaya
-
Veda Ega Pratama Start ke-16 pada Moto3 Inggris 2026
-
Ingin Bunuh Diri, Hubungi Healing119
-
Viral Aksi Heroik Penjaga Perlintasan Bangil Selamatkan Pria yang Hendak Menabrakkan Diri ke Kereta
-
Pemkab Cianjur Dapatkan Bantuan Dana Bagi Hasil Rp50 Miliar
-
Penumpang Rasakan Mobilitas Bandung-Bali Makin Praktis Berkat Reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.