RSUD Loekmono Hadi Kudus Gratiskan Biaya Rawat Inap Siswa SMA 2 Kudus

Selasa, 03 Feb 2026, 15:22 WIB

RSUD Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah, membebaskan biaya rawat inap terhadap siswa SMA Negeri 2 Kudus yang menjalani perawatan naik kelas ke ruang VIP akibat dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Dari sejumlah siswa yang dirawat, ada dua pasien yang naik kelas ke ruang perawatan VIP," kata Pelaksana tugas Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus Mustiko Wibowo di Kudus, Selasa.

Ket. Foto: Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat menjenguk salah satu pasien dari SMA Negeri 2 Kudus di RSUD Loekmono Hadi Kudus, yang diduga mengalami keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG). — Sumber: Antara Foto

Dia menambahkan, secara prosedural umum pihak keluarga menandatangani surat persetujuan naik kelas. Namun, pihak bagian keuangan rumah sakit tidak mengetahui adanya kebijakan Bupati Kudus Sam'ani Intakoris dan Wakil Bupati Bellinda yang menggratiskan seluruh biaya perawatan bagi pasien terduga keracunan MBG.

Akibatnya, terdapat pasien yang terlanjur melakukan pembayaran. Namun, Mustiko memastikan biaya yang sudah dibayarkan tersebut akan segera dikembalikan kepada pasien pada hari ini, Selasa (3/2).

RSUD Loekmono Hadi Kudus mencatat dari kasus dugaan keracunan menu MBG sebanyak 33 siswa dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kudus. Dari jumlah tersebut, 15 siswa menjalani rawat jalan, sedangkan 18 siswa lainnya menjalani rawat inap.

Sejak proses pendaftaran, pasien dan keluarga telah mendapatkan edukasi bahwa apabila menghendaki perawatan di ruang VIP, akan dikenakan biaya tambahan sesuai ketentuan yang berlaku di RSUD Loekmono Hadi Kudus.

Keluarga pasien yang mengajukan kenaikan kelas perawatan juga menyatakan persetujuan dengan menandatangani surat yang diinformasikan (informed consent) sebagai bukti persetujuan atas tambahan biaya tersebut. Meski demikian, dengan keterbatasan kapasitas, tidak semua pasien rawat inap dapat ditempatkan di ruang VIP.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, jumlah siswa yang dirujuk dan menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit sebanyak 135 orang. Sedangkan yang menjalani rawat inap sebanyak 47 siswa.

SPPG Purwosari: Meninggalnya siswi SMAN 2 Kudus tak terkait dengan MBG

Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari mengklarifikasi terkait beredarnya informasi hoaks mengenai meninggalnya salah satu siswi SMAN 2 Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rizza Meiliana Azzahara, yang dikaitkan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Perlu kami sampaikan bahwa informasi yang beredar terkait meninggalnya siswi SMAN 2 Kudus atas nama Rizza Meiliana Azzahara adalah tidak benar. Informasi tersebut hoaks," kata Kepala SPPG Purwosari Nasihul Umam dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Nasihul menjelaskan Rizza diketahui menderita kanker nasofaring sejak duduk di bangku kelas 8 SMP. Kondisi kesehatan tersebut mengharuskan yang bersangkutan menjalani perawatan intensif dan kemoterapi secara rutin di Rumah Sakit Dr Kariadi, Semarang.

Selama tercatat sebagai peserta didik di SMAN 2 Kudus, Rizza hanya sempat mengikuti kegiatan sekolah menjelang pelaksanaan tes pada November 2025. Selebihnya, siswi tersebut tidak dapat mengikuti proses belajar mengajar secara normal, karena harus fokus menjalani pengobatan.

"Sakit kanker nasofaring sejak kelas 8. Selama di SMAN 2 Kudus hanya masuk menjelang tes November, karena ananda harus kemoterapi di RS Karyadi Semarang," lanjutnya.

Ia menambahkan sejak Januari 2025, Rizza tercatat belum pernah kembali berangkat ke sekolah, sehingga secara otomatis tidak termasuk dalam penerima paket MBG.

"Januari ini yang bersangkutan belum pernah berangkat sekolah, sehingga tidak menerima paket MBG," kata Nasihul.

Nasihul mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terlebih menyangkut kondisi kesehatan dan keselamatan peserta didik.

Sebelumnya, ramai diberitakan Rizza meninggal yang dikaitkan dengan Program MBG. Informasi tersebut tidak benar. Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus kini tengah melakukan uji laboratorium di Dinas Kesehatan Provinsi Jateng dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait kasus keracunan MBG yang melanda SMAN 2 Kudus.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Abdul Hakam menyampaikan terkait adanya informasi siswi SMA Negeri 2 Kudus yang meninggal, kata dia, ternyata siswi tersebut memiliki riwayat penyakit kanker yang cukup lama.

"Sehingga, meninggalnya tidak ada korelasinya dengan dugaan keracunan MBG," ujarnya.

Sebelumnya, imbuh dia, juga ada kunjungan dari BBPOM Jateng dan pusat.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kudus Darsono menambahkan pengiriman sampel untuk diuji di laboratorium dilakukan pada Kamis (29/1).

Kasus dugaan keracunan tersebut, mengakibatkan 131 siswa harus mendapatkan penanganan medis pada Kamis (29/1). Sehingga, mereka juga harus dirujuk ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan segera.

  • Program MBG

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.