2026, Kementan Telah Salurkan 4 Juta Vaksin PMK ke 29 Provinsi

Sabtu, 31 Jan 2026, 19:20 WIB

JAKARTA — Upaya menjaga kesehatan ternak menjadi kunci keberlanjutan usaha peternak rakyat. Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang dilakukan secara rutin terbukti mampu menekan risiko penyakit dan menjaga produktivitas ternak. Hal ini terlihat di Kelompok Ternak Lestari Mulyo, Trimulyo, Sleman, yang sejak 2022 tercatat bebas kasus PMK.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Kementerian Pertanian saat Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Agung Suganda melakukan tinjauan lapangan ke kelompok ternak tersebut pada Kamis, 29 Januari 2026. Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan pelaksanaan vaksinasi PMK berjalan konsisten dan memberi manfaat nyata bagi peternak.

Ket. Foto: Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda saat meninjau Kelompok Ternak Lestari Mulyo, Trimulyo, Sleman, Kamis (29/1) — Sumber: istimewa

Agung menegaskan vaksinasi tidak boleh kendur, terutama di wilayah dengan populasi ternak padat seperti Pulau Jawa yang telah ditetapkan sebagai zona pemberantasan PMK. Vaksinasi, kata dia, harus dilakukan secara rutin setiap enam bulan untuk menjaga kekebalan ternak.

“Alhamdulillah di kelompok ini sejak 2022 tidak ada kasus. Tentu harus dipertahankan. Salah satunya dengan vaksinasi,” ujar Agung ditemui di sela kegiatan.

Menurut Agung, kewaspadaan peternak perlu terus dijaga, terutama pada musim hujan dengan kondisi cuaca kurang bersahabat yang berpotensi meningkatkan daya tahan virus. Ia juga mengingatkan agar ternak yang sakit tidak didistribusikan atau dijual sebelum benar-benar sembuh.

“Kalau pun ternak sakit, jangan didistribusikan maupun dijual. Harus diobati dahulu hingga sehat,” katanya.

Penguatan vaksinasi dan kewaspadaan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah menjaga kelancaran usaha peternak, khususnya menjelang Idul Fitri dan Idul Adha, ketika mobilitas ternak dan kebutuhan masyarakat cenderung meningkat.

Pada 2026, Kementerian Pertanian telah mengalokasikan 4 juta dosis vaksin PMK untuk 29 provinsi endemik. Untuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pemerintah menyiapkan 104.000 dosis vaksin yang diberikan dalam dua periode vaksinasi. Langkah ini diharapkan memberi perlindungan merata bagi peternak di daerah.

“Di DIY sudah tercatat 174 kasus dan ini harus direspons dengan penanganan efektif,” kata Agung.

Dari sisi teknis pengendalian penyakit, Kepala Balai Besar Veteriner Wates, Nur Saptahidhayat, menyatakan setiap laporan kasus PMK akan langsung ditindaklanjuti dengan pengambilan sampel untuk pengujian laboratorium, baik melalui tes swab maupun sampel darah.

Langkah lanjutan yang dilakukan adalah isolasi hewan sakit dan pemberian pengobatan. “PMK kalau tidak ada penyakit lain itu masih bisa diobati dengan antibiotik. Yang penting jangan lepas kukunya karena biasanya nanti tidak bisa berdiri,” kata Nur.

Nur menambahkan kondisi musim hujan dengan cuaca dingin memang membuat virus lebih bertahan lama dibandingkan musim kemarau. Karena itu, penerapan vaksinasi dan kebersihan kandang menjadi kunci pengendalian penyakit di tingkat peternak.

“Ada dua yang penting. Vaksinasi dan menjaga kebersihan kandang. Kalau itu dilakukan pasti kasus akan turun,” ujarnya.

Bagi peternak, vaksinasi rutin dan pendampingan teknis dari pemerintah memberi kepastian usaha karena risiko penyakit dapat ditekan, ternak tetap produktif, dan aktivitas penjualan berlangsung lebih aman. Melalui kebijakan vaksinasi yang terencana dan respons lapangan yang cepat, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya untuk terus melindungi peternak sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

613 PKL Kramat Jati Bakal Dipindahkan, Ini 4 Lokasi yang Disiapkan Pasar Jaya

Coco Gauff Juara Cincinnati Open 2026! Tampil Perkasa dan Ukir Prestasi Gemilang

Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati Bakal Direlokasi, Ini Persiapannya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.