BMKG Bantah Narasi Operasi Modifikasi Cuaca Berisiko Menjadi Bom Waktu
Jumat, 30 Jan 2026, 16:40 WIBJAKARTAÂ â Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali mendapat perhatian publik seiring potensi cuaca ekstrem yang mengancam Jakarta dan wilayah sekitarnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meluruskan narasi di media sosial.
Banyak pihak menyebut, OMC ini berisiko menjadi âbom waktuâ bila dilakukan terus-menerus. BMKG menegaskan klaim tersebut tidak didukung dasar ilmiah dan berpotensi menyesatkan publik.
Dalam keterangan pers, Rabu (28/1) lalu, BMKG menjelaskan banyak narasi menyebut OMC berpotensi memicu kondisi cuaca tidak stabil. Selain itu, OMC juga diklaim dapat membentuk cold pool atau kolam udara dingin aerta memindahkan hujan hingga menyebabkan banjir besar. BMKG menilai narasi tersebut dapat menimbulkan rasa aman semu di tengah upaya mitigasi bencana.
Terkait cold pool, BMKG menegaskan fenomena tersebut merupakan proses meteorologi alami. Cold pool terbentuk saat hujan menguap di bawah awan badai dan menghasilkan massa udara dingin jatuh ke permukaan.
BMKG menilai keliru jika cold pool dikaitkan sebagai efek samping berbahaya OMC. Pasalnya, teknik penyemaian awan tidak menciptakan awan baru dan hanya bekerja pada awan yang sudah terbentuk alami.
BMKG juga membantah anggapan OMC menjadi pemicu cuaca tidak stabil atau memindahkan hujan ke wilayah lain. Dalam praktiknya, OMC dilakukan dengan dua pendekatan yakni, menyemai awan dari laut agar hujan turun di perairan, serta melemahkan pertumbuhan awan di daratan. Hal ini dilakukan agar intensitas hujan tidak berkembang ekstrem.
Sementara itu, Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, juga memastikan pelaksanaan operasi OMC tidak merusak ekosistem alam. Faisal menilai penggunaan bahan kimia dalam proses tersebut tidak menurunkan kualitas air permukaan secara drastis.
Faisal menjelaskan bahwa seluruh material penyemai awan telah melewati rangkaian kajian ilmiah yang sangat mendalam. Pihaknya menjamin kandungan zat tersebut aman bagi keberlangsungan lingkungan hidup di sekitar lokasi operasi.
âPerlu kami sampaikan bahwa modifikasi cuaca pada dasarnya tidak membahayakan. Hal tersebut aman untuk dilakukan," ucap Faisal di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu.
Faisal merinci bahan seperti garam dapur hingga kapur tohor tidak memberikan dampak negatif yang berarti. Ia menyebut, tim teknis terus memantau kondisi badan air secara berkala untuk menjaga keamanan bagi warga.
Sebab, BMKG menilai banjir lebih dipengaruhi daya dukung lingkungan, termasuk berkurangnya daerah resapan air. Hilangnya ratusan situ di Jabodetabek sejak puluhan tahun lalu meningkatkan risiko terjadinya banjir.
Oleh karena itu, penataan lingkungan tetap menjadi kunci utama dalam mitigasi banjir. Sedangkan, Operasi Modifikasi Cuaca hanya berperan sebagai upaya pendukung menghadapi tantangan perubahan iklim.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta bersama DPRD DKI menyiapkan anggaran Rp 31 miliar untuk modifikasi cuaca sepanjang tahun 2026. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan, mengatakan anggaran itu dikalkulasikan untuk kebutuhan satu tahun penuh.
âKita sudah kalkulasikan sepanjang tahun itu Rp 31 miliar,â kata Yohan. Awalnya, anggaran OMC hanya disiapkan Rp7 miliar.
Namun, jumlah itu ditambah berdasarkan rekomendasi BMKG, seiring potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi sepanjang 2026. âBerdasarkan BMKG, pada 2026 ada kecenderungan-kecenderungan seperti apa, jadi ditambah lagi,â ujar dia.
Yohan menambahkan, OMC juga direncanakan tidak hanya untuk musim hujan. Tetapi juga musim kemarau dengan metode yang berbeda. ils/I-1
- Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Unit Ekspedisi Korps Marinir AS Tiba di Wilayah Teluk Persia
-
Menkomdigi Ajak Masyarakat untuk Laporkan Platform yang Tidak Taat PP Tunas
-
BMKG Prakirakan Cuaca Sejumlah Wilayah di Indonesia Berawan hingga Hujan Ringan pada Kamis
-
Sore Nanti akan Turun Hujan di Jakarta
-
Jenazah Dua Prajurit TNI UNIFIL Tiba di Yogyakarta, Dimakamkan Secara Militer di Daerah Asal
-
Prabowo Hadiri Forum Bisnis Jepang-Indonesia, 10 Kesepakatan Tembus USD 22,6 Miliar
-
BMKG Imbau Warga Banten Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem pada 3–8 Mei
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.