Iran Klaim Alokasi Tiket Piala Dunia 2026 untuk Suporter Dicabut Amerika Serikat

Rabu, 10 Jun 2026, 00:03 WIB

TEHERAN – Federasi Sepak Bola Iran (FFI) mengklaim Amerika Serikat telah mencabut jatah tiket yang sebelumnya diberikan kepada pendukung Iran untuk pertandingan fase grup Piala Dunia 2026. Tuduhan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara kedua negara.

Dalam pernyataan resmi pada hari Selasa (9/6) waktu setempat, Federasi Sepak Bola Iran menyebut keputusan tersebut sebagai bentuk hambatan terhadap kehadiran suporter mereka di stadion selama turnamen sepak bola terbesar dunia itu.

Ket. Foto: Ilustrasi suporter Iran. — Sumber: AFP

"Kurang dari tiga hari sebelum dimulainya Piala Dunia 2026, Amerika Serikat kembali melakukan tindakan yang menghambat kehadiran pendukung Iran di stadion tempat tiga pertandingan fase grup tim nasional berlangsung," demikian pernyataan federasi Iran.

Piala Dunia 2026 akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan format baru yang melibatkan 48 negara peserta. Iran tergabung dalam grup yang seluruh pertandingan awalnya akan berlangsung di wilayah Amerika Serikat.

Federasi Iran menyatakan, berdasarkan regulasi FIFA, setiap negara peserta seharusnya mendapatkan alokasi sekitar delapan persen tiket untuk setiap pertandingan yang kemudian diberikan kepada federasi nasional guna didistribusikan kepada pendukung resmi.

Menurut pihak Iran, mereka telah menerima kuota tiket tersebut dan bahkan sudah mulai menjual tiket pertandingan fase grup melawan Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.

Beberapa pendukung Iran, kata federasi, sudah melakukan persiapan perjalanan setelah mendapatkan akses tiket melalui jalur resmi.

Namun, situasi berubah ketika alokasi tersebut tiba-tiba dicabut.

"Dalam keputusan yang tidak terduga, alokasi yang sebelumnya diberikan kepada Federasi Sepak Bola Iran telah ditarik. Dalam kondisi saat ini, federasi bahkan tidak dapat menyediakan satu tiket pun kepada pendukung tim nasional," ujar pernyataan tersebut.

Iran menilai keputusan itu bertentangan dengan semangat kompetisi internasional dan prinsip kesetaraan antarnegara peserta.

Mereka juga meminta FIFA serta penyelenggara Piala Dunia untuk memastikan prinsip netralitas, keadilan, dan aturan yang berlaku tetap dihormati.

Hingga kini, FIFA maupun pihak penyelenggara Piala Dunia 2026 belum memberikan komentar resmi terkait tuduhan dari Federasi Sepak Bola Iran.

Persoalan tiket ini menjadi masalah terbaru yang melibatkan Iran menjelang turnamen.

Sebelumnya, Teheran juga mengeluhkan persoalan visa yang disebut membuat sekitar 15 anggota staf administrasi dan manajemen delegasi Iran tidak dapat memasuki Amerika Serikat.

Ketegangan politik antara kedua negara semakin meningkat setelah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari.

Situasi tersebut bahkan membuat Iran memindahkan pusat latihan Piala Dunia mereka dari rencana awal di Tucson, Arizona, ke kota perbatasan Meksiko, Tijuana.

Iran akan memulai perjalanan mereka menghadapi Selandia Baru di Los Angeles pada tanggal 15 Juni.

Setelah itu, mereka bertemu Belgia di kota yang sama pada 21 Juni sebelum menghadapi Mesir di Seattle pada 26 Juni.

Di tengah persiapan teknis menuju turnamen, Iran kini juga harus menghadapi persoalan di luar lapangan yang berpotensi memengaruhi dukungan suporter mereka.

  • tiket piala dunia 2026
  • Piala Dunia 2026
  • Timnas Iran

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.