Akademisi Berikan Apresiasi Capaian Kinerja Pemerintah Prabowo
Minggu, 26 Jul 2026, 09:38 WIBJAKARTA â Sejumlah capaian konkret yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun 2026 di Istana Negara, Jakarta, pada awal pekan lalu, mendapatkan apresiasi dari kalangan akademisi.
Aakademisi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Isthifa Kemal menilai paparan Presiden dalam sidang kabinet tersebut memperlihatkan kepemimpinan yang berorientasi pada hasil.
Dari perspektif akademisi bidang pendidikan, ia menyoroti bahwa capaian-capaian yang disampaikan Presiden bukan hanya soal angka pembangunan, tetapi menyangkut fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
"Presiden tidak sekadar berbicara harapan, tetapi menyampaikan angka konkret. 108 masalah nasional yang tuntas dalam kurang dari dua tahun bukan angka yang bisa dianggap enteng. Ini bukti bahwa pemerintahan Prabowo tidak menghabiskan waktu untuk sekadar janji, tetapi bekerja menghasilkan output yang bisa diukur dan bisa dipertanggungjawabkan," ujar Isthifa Kemal dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/7).
Ia secara khusus menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat sampai akhir 2026. Menurutnya, MBG bukan sekadar program pangan, melainkan program pembangunan sumber daya manusia paling fundamental.
"Anak yang tercukupi gizinya akan lebih siap menerima pembelajaran dan tumbuh menjadi generasi produktif. Ketika Presiden menargetkan 82,9 juta penerima manfaat, beliau sedang meletakkan fondasi paling penting untuk Indonesia Emas 2045. Ini investasi jangka panjang bagi kualitas generasi bangsa," jelasnya.
Ia juga mengapresiasi sikap "ojo dumeh" yang disampaikan Presiden Prabowo kepada jajarannya di sidang kabinet â pesan untuk tidak sombong meski berprestasi. Menurutnya, keteladanan sederhana seperti ini adalah kurikulum karakter yang tidak tertulis, tetapi terserap oleh generasi muda yang menyaksikan bagaimana pemimpin bangsanya berperilaku.
Apresiasi senada disampaikan Pengamat kebijakan publik, Iswadi. Menurutnya, sidang kabinet paripurna menjadi momentum penting untuk melihat secara utuh bagaimana pemerintahan Prabowo mengeksekusi janji-janji yang disampaikan sejak awal masa jabatan.
"108 masalah nasional selesai dalam kurang dari dua tahun. Danantara berdiri sebagai lembaga kedaulatan pertama dalam sejarah bangsa dengan aset lebih dari USD 1.000 miliar. Hilirisasi 26 proyek berjalan dengan investasi Rp 225 triliun dan target serapan 37 ribu lebih tenaga kerja. Ini bukan sekadar janji, ini realisasi. Ini bukan sekadar janji, ini eksekusi. Presiden Prabowo membuktikan bahwa Indonesia bisa dipimpin dengan cara yang serius," ujar Iswadi.
Ia juga menyoroti capaian bersejarah di sektor ketahanan pangan yang disampaikan Presiden, yakni cadangan beras nasional pada titik tertinggi sepanjang sejarah, nilai tukar petani mencapai rekor, dan produksi biodiesel B50 yang berhasil menghentikan impor solar.
"Cadangan beras di titik tertinggi sepanjang sejarah, nilai tukar petani rekor, dan B50 yang menghentikan impor solar â ini tiga indikator makro yang menunjukkan Indonesia bergerak menuju kemandirian pangan dan energi secara serentak. Swasembada pangan di era Presiden Prabowo adalah pencapaian yang cepat, strategis, dan bersejarah," ungkapnya.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa berbagai capaian yang telah ditunjukkan pemerintahan Prabowo di tahun pertama masa jabatan patut dijadikan fondasi untuk melanjutkan program prioritas di tahun-tahun berikutnya.
"Kombinasi eksekusi yang terukur, sikap kenegarawanan yang tidak sombong, dan visi jangka panjang yang koheren â ini modal kepemimpinan yang sangat berharga untuk dijaga. 108 masalah nasional yang tuntas, Danantara yang berdiri, hilirisasi yang bergerak, ketahanan pangan yang rekor, dan MBG yang menyentuh puluhan juta anak Indonesia, semua ini jawaban paling telak terhadap siapa pun yang meragukan komitmen kerja Presiden. Ini bukan sekadar janji. Ini pemerintahan yang bekerja, dan patut kita dukung agar terus melaju menuju Indonesia Emas 2045," tutupnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.