- Home
-
- Luar Negeri
-
- India-UE Sepakati Perjanji...
India-UE Sepakati Perjanjian Perdagangan Terbesar dalam Sejarah
Kamis, 29 Jan 2026, 01:00 WIBNew Delhi â India dan Uni Eropa (UE) menandatangani sejumlah perjanjian dan Nota Kesepahaman (MoU) di New Delhi, Selasa (27/1), bertepatan dengan kunjungan tiga hari Presiden Dewan Eropa Antonio Costa dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Sorotan utama kerja sama ini adalah pengumuman bersama penyelesaian negosiasi Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement/FTA) IndiaâUE, yang disebut sebagai âinduk dari semua kesepakatan perdaganganâ.
Dikutip dari AFP, pengumuman tersebut disampaikan di hadapan Perdana Menteri India Narendra Modi. Ia menyebut FTA ini sebagai tonggak penting kemitraan ekonomi kedua pihak.
âIndia dan Eropa telah mengambil langkah besar hari ini. FTA IndiaâUE membuka jalan baru untuk pertumbuhan, investasi, dan kerja sama strategis,â kata Modi dalam unggahan di platform X.
âPerjanjian ini mencerminkan tekad bersama kami untuk membentuk hubungan ekonomi yang stabil, makmur, dan siap menghadapi masa depan,â tambahnya.
Kementerian Luar Negeri India menyatakan, perjanjian yang ditandatangani mencakup dokumen Towards 2030: A Joint IndiaâEuropean Union Comprehensive Strategic Agenda serta pembentukan Green Hydrogen Task Force.
Uni Eropa menyebut FTA ini sebagai âkesepakatan terbesar sepanjang masaâ, hasil negosiasi hampir dua dekade, yang akan menciptakan pasar gabungan berpenduduk sekitar dua miliar orang. Perjanjian ini diharapkan membantu India dan UE menghadapi tekanan dari dua kekuatan ekonomi global, Amerika Serikat dan China.
Menurut UE, perjanjian ini akan memangkas atau menghapus tarif atas hampir 97 persen ekspor Eropa ke India, dengan potensi penghematan bea masuk hingga 4 miliar euro per tahun.
âSebuah kesepakatan terbesar,â ujar Modi. âKesepakatan ini akan membawa banyak peluang bagi 1,4 miliar penduduk India dan jutaan warga Uni Eropa, serta mewakili sekitar 25 persen PDB global dan sepertiga perdagangan dunia.â
Perdagangan Bebas
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebut kesepakatan ini bersejarah.
âEropa dan India sedang membuat sejarah hari ini. Kami menciptakan zona perdagangan bebas dengan dua miliar penduduk, dan kedua belah pihak akan mendapatkan manfaat,â katanya.
Uni Eropa menilai kesepakatan ini sebagai yang paling ambisius yang pernah ditandatangani India. Sektor pertanian, otomotif, dan jasa Eropa diproyeksikan mendapat keuntungan, sementara perusahaan Eropa memperoleh âkeunggulan peloporâ di pasar India.
Bagi India, perjanjian ini membuka akses terhadap teknologi dan investasi Eropa guna mempercepat pembangunan infrastruktur dan penciptaan lapangan kerja. Perdagangan barang bilateral IndiaâUE mencapai 120 miliar euro pada 2024, naik hampir 90 persen dalam satu dekade, ditambah perdagangan jasa sekitar 60 miliar euro.
Tarif impor mobil India akan diturunkan bertahap dari 110 persen menjadi sekitar 10 persen, tarif anggur dari 150 persen menjadi 20 persen, sementara bea masuk makanan olahan akan dihapuskan.
âUni Eropa akan memperoleh akses tertinggi yang pernah diberikan di pasar India yang selama ini terlindungi,â kata von der Leyen.
Kesepakatan ini juga membuka jalan bagi kerja sama mobilitas tenaga kerja, pendidikan, serta keamanan dan pertahanan, seiring upaya kedua pihak memperluas pasar di tengah dinamika global dan fragmentasi geopolitik.
- Kerja Sama Strategis
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Kecurangan di Satuan Pendidikan Sudah Dinormalisasi
-
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali Mulai 26 Mei untuk Hadapi China dan Jepang
-
Sidang Kasus Minyak Mentah, Hardjuno: Kejagung Harus Panggil Pemilik 13 Perusahaan yang Diuntungkan
-
Alokasi Dana Desa Bengkulu 2026 Capai Rp377,08 Miliar
-
Persebaya Surabaya Menang Lawan Madura United Berkat Gol Tunggal Flavio
-
Indonesia Bidik Lompatan Ekonomi, Komoditas Mentah Terancam Disetop
-
Sprinter Putra Jamaika Muncul Lagi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.