Kemandirian Pangan dan Energi Tunggu Konsistensi Pemerintah
Rabu, 28 Jan 2026, 00:00 WIBKemandirian ekonomi menjadi fondasi ketahanan nasional yang harus dibangun agar Indonesia tetap berdaulat di tengah tekanan global.
JAKARTA â Gejolak geopolitik yang terus meningkat menguji stabilitas pasokan dan harga pangan serta energi di dalam negeri. Karena itu, kemandirian pangan dan energi tak boleh hanya sekadar retorika semata, tetapi harus sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Akademisi Universitas Warmadewa, Dr. I Nengah Muliarta, menilai gagasan kemandirian nasional di tengah ketidakpastian geopolitik perlu dikaji secara kritis agar tidak berhenti sebagai retorika. Da menekankan bahwa kemandirian merupakan kebutuhan strategis, terutama dalam menghadapi ancaman krisis energi dan pangan, yang harus diwujudkan melalui kebijakan jangka panjang dan diversifikasi sumber pangan, bukan sekadar peningkatan produksi komoditas tertentu.
"Selama ini, ketergantungan pada impor membuat Indonesia rentan terhadap fluktuasi harga global dan kebijakan proteksionis negara produsen," tegas Muliarta.
Muliarta menekankan kemandirian pangan harus didukung langkah konkret seperti perlindungan lahan pertanian, modernisasi teknologi, dan penguatan riset pangan lokal. Tanpa itu, kemandirian pangan hanya akan menjadi slogan yang muncul setiap kali krisis global terjadi.
Dia menilai kemandirian energi Indonesia masih lemah meski kaya sumber daya fosil, karena tingginya ketergantungan impor BBM dan LPG. Dia menekankan perlunya percepatan transisi energi terbarukan melalui investasi, regulasi yang jelas, dan keberanian politik agar Indonesia tidak terus terjebak dalam paradoks kaya sumber daya tetapi bergantung pada pasokan luar negeri.
Kemandirian ekonomi dinilai sebagai fondasi utama ketahanan nasional yang harus dibangun melalui penguatan industri hilir, digitalisasi ekonomi, dan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Upaya tersebut menuntut tata kelola yang transparan serta komitmen lintas sektor, karena kemandirian nasional bukan agenda satu kementerian, melainkan kerja bersama jangka panjang agar Indonesia mampu bertahan dan berdaulat di tengah tekanan global.
Seperti diketahui, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah terus memperkuat kemandirian nasional di tengah situasi geopolitik dunia yang sedang tidak baik-baik saja. "Arahannya dari dulu ya, mau kondisi seperti apa pun kan sudah jelas kita berusaha untuk mandiri," ujar Prasetyo ditemui di kompleks DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (26/1)
Hal itu disampaikan Mensesneg menanggapi kemungkinan adanya arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh jajaran kabinet terkait eskalasi konflik global yang kian memanas, termasuk spekulasi potensi perang dunia ketiga.
- Kemandirian Pangan
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Langkah Berani Mojokerto: 30 Pelaku Industri Kecil Resmi Bersertifikat TKDN
-
Perusakan Terumbu Karang Oleh Kapal Wisata di TN Komodo Ganggu Ekosistem Laut
-
Upaya menjaga ketahanan pangan keluarga
-
Satgas Pantau Ketat Penyelidikan BRIN soal Temuan Radioaktif Cs-137 di Sepatu
-
Indikator Makro yang Solid Tidak Otomatis Cerminkan Kesehatan Struktural Ekonomi
-
Greenland Jadi Taruhan, PM Denmark Ingatkan Ambisi Trump Bisa Menghancurkan NATO
-
Tiongkok Luncurkan Penangkaran Panda Raksasa Baru di Sichuan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.