AS-Filipina Tempatkan Sistem Misil di Provinsi Dekat Taiwan

Senin, 04 Mei 2026, 02:50 WIB

BATANES – Pasukan Filipina dan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (2/5) telah memamerkan sistem misil antikapal NMESIS di Provinsi Batanes, dekat Taiwan, selama latihan perang gabungan tahunan, di tengah meningkatnya ketegangan atas pulau yang berpemerintahan sendiri yang dianggap Tiongkok sebagai wilayahnya sendiri.

Provinsi paling utara Filipina, dengan sekitar 20.000 penduduk, terletak sekitar 161 km di selatan Taiwan, di sepanjang Selat Luzon, koridor strategis di garis depan persaingan kekuatan besar antara AS dan Tiongkok untuk dominasi di kawasan Asia-Pasifik.

Ket. Foto: Sebuah kendaraan militer diperlengkapi dengan sistem misil antikapal NMESIS diikutsertakan dalam latihan perang gabungan Balikatan di sebuah lokasi rahasia di utara Filipina pada April tahun lalu. Militer AS pada Sabtu (2/5) melaporkan bahwa sistem misil NMESIS kembali ditempatkan dalam latihan perang gabungan Balikatan tahun ini. — Sumber: AFP/ARMED FORCES OF THE PHILIPPINES-PUBLIC AFFAIRS

“Latihan di Batanes ini memberi kami lingkungan yang berbeda dari lingkungan yang biasanya kami gunakan untuk beroperasi,” kata Sersan Staf AS, Darren Gibbs. “Jadi latihan ini memberi kita peluang unik untuk benar-benar memanfaatkan sistem dan berlatih sesuai kemampuan kita, serta menawarkan pengalaman yang biasanya tidak kita dapatkan dalam pelatihan sehari-hari,” imbuh dia.

Gibbs mengatakan bahwa sistem misil NMESIS dirancang untuk pengoperasian jarak jauh dan menyatakan sistem ini sepenuhnya otonom sehingga tidak memerlukan pengemudi atau penumpang di dalam kendaraan pengangkut sistem misil itu sendiri.

“Kami akan memberi tahu ke mana harus pergi, lalu kami akan memprogram apa yang perlu dilakukannya,” kata dia.

NMESIS adalah sistem misil antikapal pesisir yang sangat mobile dan dirancang untuk menargetkan kapal permukaan dari posisi berbasis darat pada jarak sekitar 185 kilometer, diterbangkan ke Batanes menggunakan pesawat angkut C-130 AS, dan ditempatkan di ibu kota Basco, yang memiliki salah satu dari dua landasan pacu kecil di provinsi kepulauan tersebut.

Direktur latihan militer Filipina, Mayjen Francisco Lorenzo, mengatakan bahwa pengerahan senjata AS seperti NMESIS ke Batanes merupakan bagian dari upaya untuk menguji kelayakan operasional di lokasi terpencil. Pada latihan perang tahun lalu, NMESIS juga dikerahkan ke Batanes .

“Ini adalah bagian dari pelatihan untuk menguji kelayakan atau mempersiapkan penempatan mereka di sana jika diperlukan,” kata Lorenzo.

Pertahanan Wilayah

Menurut Mayjen Lorenzo, salah satu tujuan dari latihan perang tahunan gabungan Balikatan antara pasukan AS dan Filipina adalah untuk melatih pertahanan wilayah antara kedua negara.

Oleh karenanya sistem misil NMESIS tidak akan digunakan dalam operasi latihan langsung dan dibawa ke Batanes hanya untuk latihan pengerahan dan dukungan simulasi selama latihan perang.

Lorenzo pun mengatakan sistem tersebut akan ditarik dari Batanes setelah latihan selesai. AS juga mengerahkan sistem misil Typhon ke Filipina pada tahun 2024 untuk digunakan dalam latihan bersama.

Tiongkok secara rutin mengkritik penempatan senjata AS di Filipina, dengan mengatakan bahwa hal itu meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut.

Menurut seorang analis keamanan dari International Development and Security Cooperation yang berbasis di Manila, Chester Cabalza, penempatan NMESIS dapat memicu bom waktu bagi Beijing dan pencegahan asimetris bagi Manila dan Taipei di Selat Bashi di sepanjang Selat Luzon.

“Sistem ini dapat diangkut melalui udara dan dikerahkan ke garis pantai mana pun di kepulauan Filipina dalam hitungan jam dan penempatannya di Batanes kemungkinan dipandang oleh Beijing sebagai bagian dari pengepungan yang dipimpin AS terhadap Tiongkok,” kata Cabalza. Pernyataan Cabalza ini kian menegaskan laporan baru-baru ini dimana Tiongkok kian mengintensifkan aktivitasnya di Laut Tiongkok Selatan dan Selat Taiwan, meningkatkan kehadiran angkatan lautnya di sekitar Taiwan dan mengirimkan kapal induk melalui selat tersebut. ST/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.