IHSG Hari Ini Merah, Investor Panik, Bursa Indonesia Terseret Koreksi MSCI Hingga Memicu Trading Halt
Rabu, 28 Jan 2026, 17:20 WIBJAKARTA â Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah seiring aksi panic selling yang dipicu setelah rilis terbaru Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Penurunan ini mencerminkan respons pasar terhadap persepsi risiko yang meningkat, khususnya terkait kualitas struktural dan likuiditas pasar modal Indonesia. Investor, terutama asing, bereaksi cepat terhadap informasi tersebut, memicu aksi jual yang meluas dan menekan indeks.
Fenomena ini menunjukkan bahwa sentimen investor masih sangat sensitif terhadap evaluasi eksternal, sehingga menekankan pentingnya transparansi, konsistensi regulasi, dan komunikasi kebijakan yang kredibel dari otoritas pasar untuk memulihkan kepercayaan dan stabilitas jangka panjang.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1) sore, ditutup melemah 659,67 poin atau 7,35 persen ke posisi 8.320,55 seiring reaksi emosional dan aksi panic selling pelaku pasar pasca pengumuman MSCIâ terkait dengan proses review dan rebalancing saham-saham di Indonesia.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 63,58 poin atau 7,26 persen ke posisi 812,53.
"Pengumuman MSCI yang tidak memberikan tambahan bobot maupun rebalancing bagi saham Indonesia menjadi pemicu awal tekanan pasar, namun penurunan IHSG hingga memicu trading halt lebih mencerminkan reaksi emosional dan aksi panic selling jangka pendek," ujar Pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa saat dihubungi di Jakarta.
Secara fundamental, Reydi mengatakan, tidak ada perubahan signifikan pada ekonomi domestik maupun kinerja emiten besar.
âPembekuan perubahan bobot/ rebalancing MSCI pada Februari 2025, menurut saya justru dapat menahan arus dana pasif keluar dari IHSG,â ujar Reydi.
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebelas atau semua sektor melemah yaitu sektor energi turun paling dalam sebesar 9,57 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor industri yang turun masing- masing sebesar 7,88 persen dan 6,19 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu WAPO, STAR, BOGA, BALI dan NICK. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni CDIA, DFAM, ZATA, RAJA dan RATU.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.990.871 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 60,86 miliar lembar saham senilai Rp45,50 triliun. Sebanyak 37 saham naik 753 saham menurun, dan 16 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 25,19 poin atau 0,05 persen ke posisi 53.358,69, indeks Hang Seng menguat 699,96 poin atau 2,58 persen ke posisi 27.826,91, indeks Shanghai menguat 11,34 poin atau 0,27 persen ke posisi 4.151,24, dan indeks Straits Times melemah 13,68 poin atau 0,28 persen ke 4.909,33.
- Ihsg hari ini
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tekan Populasi Ikan Sapu-Sapu, Pemkot Jaktim Gelar Operasi Serentak
-
Wapres Sara Duterte Terancam Digulingkan
-
Pemkab Bandung dan Kementerian PU Sepakati Anggaran Rp220 Miliar untuk Penanganan Banjir
-
Resmi Dilantik Gubernur Pramono, Cek Daftar Nama Pejabat Baru di Lingkungan Pemprov DKI
-
PWI Pusat Gelar Doa Bersama Wafatnya Sekjen Zulmansyah Sekedang
-
Timur Tengah Bergolak, Bapanas: Stok Pangan RI Aman, Impor Tak Lewat Jalur Perang
-
Kabar Buruk! Rodri dan Ruben Dias Tumbang, Manchester City Terancam Gagal Salip Arsenal?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.