- Home
-
- Luar Negeri
-
- Bulgaria Jadi Negara Menja...
Bulgaria Jadi Negara Menjanjikan bagi Pekerja Migran Indonesia
Selasa, 27 Jan 2026, 16:13 WIBJAKARTA - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani menyatakan peluang penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) di Bulgaria dan Albania masih terbuka dan strategis untuk dikembangkan melalui kerja sama bilateral.
Hal itu disampaikan Christina usai pertemuan daring dengan Duta Besar RI untuk Bulgaria, merangkap Albania dan Makedonia Utara, Listiana Operananta, Senin (26/1).
âKami menerima laporan (brafax) dari KBRI Sofia bahwa meskipun kondisi pemerintahan di Bulgaria belum stabil, peluang penempatan pekerja migran Indonesia tetap ada,â kata Christina melalui keterangan resmi Kementerian pada Senin.
Ia menjelaskan, peluang di Bulgaria terbuka pada sejumlah sektor, terutama perhotelan dan manufaktur, di sektor perhotelan sendiri, kebutuhan tenaga kerja Indonesia saat musim turis diperkirakan mencapai 700â800 orang.
âSelain itu, ada peluang kontrak 2â3 tahun di sektor perhotelan untuk front office, housekeeping, cleaner, hingga terapis,â ujarnya.
Selain itu, sektor manufaktur juga berpotensi berkembang seiring rencana investasi perusahaan Korea Selatan yang akan membangun pabrik otomotif di Bulgaria.
âAkan ada pembukaan pabrik dari Korea, dan ini membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar. Kami meminta peluang ini dijajaki secara lebih intensif agar Indonesia tidak tertinggal. Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam penempatan tenaga kerja ke Korea, khususnya yang memiliki keterampilan khusus maupun kemampuan bahasa,â katanya.
Menurut Christina, Menteri Tenaga Kerja dan Kebijakan Sosial Bulgaria Borislav Gutsanov juga menunjukkan komitmen untuk membangun kerja sama melalui penyusunan nota kesepahaman (MoU) dengan Indonesia.
âBu Dubes menyampaikan Menteri Tenaga Kerja Bulgaria sangat antusias untuk membentuk MoU dengan Indonesia. Bahkan, sudah ada permintaan agar komunikasi teknis terus dilakukan untuk menyiapkan draf awal, yang saat ini juga sedang kami jalankan bersama Kementerian Luar Negeri,â ungkapnya.
Ia menyebut terdapat dua rencana MoU yang tengah disiapkan, yakni dengan Bulgaria dan Albania. Untuk Albania, Christina menekankan perlunya pengaturan yang lebih ketat.
âUntuk Albania, kami mendorong agar MoU disusun lebih rigid, karena selama ini sensitivitas terhadap isu pelindungan pekerja migran belum optimal. Beberapa kasus yang melibatkan PMI tidak disampaikan secara proaktif, sehingga KBRI harus turun langsung ke lapangan,â tegasnya.
Christina menambahkan bahwa penyusunan MoU menjadi instrumen penting untuk memastikan penempatan PMI berlangsung aman, teratur, dan terlindungi, termasuk menekan biaya penempatan serta menjamin kesesuaian pekerjaan dengan kontrak.
âBahkan sebagai tindak lanjut, akan ada pertemuan daring dengan Wakil Menteri Tenaga Kerja Bulgaria, setelah konsep teknis MoU disepakati kedua negara,â ujar Christina.
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Polisi: Korban Selamat di Warakas Kondisinya Mulai Membaik
-
Kim Jong Un Pamer Uji Rudal Hipersonik, Hantam Target Sejauh 1.000 Kilometer
-
9 Film Indonesia yang Hadir di Netflix Januari 2026: Dari 'Tinggal Meninggal' sampai 'SORE: Istri dari Masa Depan'
-
Indosat Andalkan AI untuk Jaga Kualitas Jaringan Sepanjang Nataru 2025/2026
-
Jelang Idulfitri, Kemendag Pantau 550 Pasar di 38 Provinsi
-
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, Selasa (6/1), UBS dan Galeri24 Kembali Meroket
-
Presiden Prabowo Bersedia Bertolak ke Teheran Mediasi AS-Iran untuk Redam Perang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.