Mendikdasmen Pastikan AI Tak Gantikan Peran Guru
Senin, 26 Jan 2026, 03:07 WIBYOGYAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muâti memastikan kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak akan menggantikan peran guru dalam proses pendidikan.
âAI itu tetap menjadi teknologi yang tidak bisa menyelesaikan dan menggantikan semuanya,â ujar Abdul Muâti dalam seminar nasional bertajuk âAI dan Peningkatan Mutu Pendidikan untuk Semuaâ di Ballroom Gedung IKA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), kemarin.
Muâti mengakui AI memiliki kemampuan mengolah data dan menyajikan informasi secara cepat, namun tidak memiliki dimensi pengalaman, tanggung jawab moral, dan kemanusiaan yang melekat pada peran guru.
Menurut dia, AI dapat memberi saran dan penjelasan, tetapi tidak mampu melakukan dan mengalami proses pembelajaran sebagaimana manusia. âAI bisa memberikan âadviceâ (nasihat), bisa menjelaskan banyak hal, tetapi dia tidak melakukan dan tidak mengalami,â ujar Abdul Muâti.
Kendali atas pemanfaatan AI, kata dia, tetap berada di tangan manusia. Karena itu, penguasaan teknologi tersebut harus disertai sikap kritis agar tidak terjebak pada informasi yang keliru atau tidak sepenuhnya valid. âKontrolnya tetap ada di manusia yang mengoperasikan alat itu,â kata Abdul Muâti.
Mendikdasmen juga mengingatkan pentingnya etika dalam penggunaan AI, terutama di ruang digital.
Menurut dia, AI menghimpun dan menyajikan informasi berdasarkan data yang diunggah, sehingga kualitas informasi sangat bergantung pada kebenaran sumbernya. âKalau yang diunggah tidak benar, AI juga akan menyajikan informasi yang tidak benar,â ujar dia.
Dalam konteks kebijakan pendidikan, Abdul Muâti menyampaikan bahwa pembelajaran AI dan coding mulai diperkenalkan di sekolah dasar sejak kelas 5 sebagai mata pelajaran pilihan.
Kebijakan tersebut diterapkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan guru dan satuan pendidikan.
Menurut dia, di tengah pesatnya perkembangan AI, pendidikan harus tetap menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai kemanusiaan sehingga guru tetap memegang peran penting dalam membimbing, menanamkan nilai, serta membentuk karakter peserta didik. âAset human dan sisi kemanusiaan itu tidak boleh dilepaskan dalam konteks AI,â ucap Mendikdasmen.
Keadaban Digital
Mendikdasmen juga menekankan akan pentingnya penguasaan kecerdasan buatan (AI) dengan kompetensi dan keadaban digital dalam proses transformasi pendidikan.âKecerdasan artifisial (AI) kini telah menjadi bagian dari peradaban manusia. Namun, penting kita perlu memiliki digital competence, tetapi itu harus diiringi dengan digital civility atau keadaban digital. Tanpa etika, pemanfaatan AI justru bisa menjadi sumber persoalan sosial baru,â ujar Mendikdasmen Muâti di Jakarta, Minggu (25/1).
Ia menjelaskan perkembangan AI telah memengaruhi hampir seluruh sektor kehidupan, termasuk pendidikan, riset, dunia kerja, hingga cara manusia memperoleh dan mengolah pengetahuan.
Berbagai kajian global menunjukkan bahwa meskipun AI berpotensi menggantikan sejumlah jenis pekerjaan, pada saat yang sama teknologi ini juga membuka berbagai peluang baru. Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.