• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Lajunya Didorong oleh Vari...

Lajunya Didorong oleh Variasi Genetik

Senin, 26 Jan 2026, 06:14 WIB

PENELITIAN baru oleh Universitas Nasional Australia, menunjukkan bahwa evolusi Darwinian dapat terjadi lebih cepat. Berdasarkan analisis variasi genetik lajunya hingga empat kali lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Semakin banyak perbedaan genetik dalam suatu spesies, semakin cepat evolusi dapat terjadi, karena sifat-sifat tertentu akan hilang dan sifat-sifat yang lebih kuat akan terbentuk. Tim di balik studi terbaru ini menyebutnya sebagai “bahan bakar evolusi,” dan mereka melihat data pada 19 kelompok hewan liar yang berbeda di seluruh dunia.

Ket. Foto: Evolusi adaptif pada beberapa spesies, termasuk burung peri-wren yang luar biasa, hihi, burung pipit penyanyi, burung tit biru, monyet rhesus, babon kuning, tikus salju, dan hyena berbintik. — Sumber: Universitas Nasional Australia

Analisis data tersebut mengungkapkan bahwa bahan mentah untuk evolusi ini lebih melimpah daripada perkiraan sebelumnya, dan sebagai hasilnya para ilmuwan mungkin harus menyesuaikan ekspektasi tentang seberapa cepat hewan berevolusi sebuah pertanyaan penting di era perubahan iklim.

“Metode ini memberi kita cara untuk mengukur potensi kecepatan evolusi saat ini sebagai respons terhadap seleksi alam di semua sifat dalam suatu populasi,” kata ahli ekologi evolusi Timothée Bonnet, dari Universitas Nasional Australia.

“Ini adalah sesuatu yang belum dapat kita lakukan dengan metode sebelumnya, jadi mampu melihat begitu banyak potensi perubahan merupakan kejutan bagi tim,” ujar dia dikutip dari Science Alert.

Di antara hewan liar yang dipelajari adalah burung peri-wren yang luar biasa (Malurus cyaneus) di Australia, hyena bertotol (Crocuta crocuta) di Tanzania, burung pipit penyanyi (Melospiza melodia) di Kanada, dan rusa merah (Cervus elaphus) di Skotlandia. Ini adalah pertama kalinya kecepatan evolusi dinilai dalam skala sebesar ini.

Rata-rata durasi setiap studi lapangan adalah 30 tahun yang mengesankan, dengan detail kelahiran, kematian, perkawinan, dan keturunan semuanya tercatat. Yang terpendek adalah 11 tahun dan yang terpanjang mencapai 63 tahun. Itu memberi para peneliti total 2,6 juta jam data lapangan untuk digabungkan dengan informasi genetik pada setiap hewan.

Butuh waktu tiga tahun, tetapi tim akhirnya mengukur seberapa besar perubahan spesies telah disebabkan oleh genetika dan seleksi alam. Meskipun Charles Darwin awalnya berpikir evolusi adalah proses yang sangat lambat, penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa pada beberapa spesies, evolusi dapat terjadi hanya dalam beberapa tahun.

Dengan dunia dan satwa liar yang terguncang oleh dampak perubahan iklim yang berkelanjutan, mengetahui lebih banyak tentang seberapa cepat hewan dapat beradaptasi akan membantu dalam memodelkan spesies mana yang akan mampu bertahan hidup dan mana yang ­tidak.

Kekhawatirannya adalah bahwa seiring dengan percepatan perubahan iklim global, spesies tidak akan mampu beradaptasi tepat waktu. Studi yang lebih komprehensif dan jangka panjang akan sangat penting untuk mengetahui secara pasti seberapa cepat evolusi terjadi. hay

Redaktur: Haryo Brono

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.