Kasus DBD Malang Mulai Turun, Dinkes Ungkap PSN Jadi Kunci Utama

Senin, 26 Jan 2026, 16:26 WIB

MALANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menilai pemberantasan sarang nyamuk (PSN) oleh puskesmas dan fasilitas kesehatan (faskes) secara intensif menjadi langkah paling efektif dalam mengendalikan kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah tersebut.

"Kami menyampaikan kepada puskesmas dan faskes untuk menginformasikan kepada masyarakat soal kondisi cuaca, kemudian dengan PSN karena salah satu langkah yang paling efektif mengendalikan DBD," kata Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif di Kota Malang, Jawa Timur, Senin.

Ket. Foto: Petugas melakukan pengasapan untuk membasmi nyamuk Aedes aegypti penyebab wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Garut, Jawa Barat. — Sumber: ANTARA/Feri Purnama

Berdasarkan data dari Dinkes Kota Malang, pada periode 2023 terdapat 462 kasus DBD, pada 2024 jumlah kasus penyakit tersebut mengalami peningkatan dan mencapai 777 kasus.

Pada periode 2025, angka kasus DBD di Kota Malang mengalami penurunan 62 kasus atau tercatat sejumlah 715 kasus.

Jika dirinci per kecamatan, wilayah Sukun memiliki perkembangan kasus DBD yang masif, yaitu 118 kasus pada 2023 kemudian naik menjadi 192 kasus pada 2024 dan 2025, sedangkan Kecamatan Lowokwaru menjadi wilayah dengan kemunculan angka DBD yang sedikit dalam kurun waktu tiga tahun, yaitu 82 kasus pada 2023, 116 kasus pada 2024, dan 89 kasus pada 2025.

Upaya pengoptimalan PSN juga dibarengi upaya lain, seperti dengan program menguras, menutup, dan mendaur ulang (3M) dan 3M Plus yang meliputi memelihara ikan pemakan jentik nyamuk hingga penanaman tanaman pengusir nyamuk.

Ia mengatakan DBD memang ditemukan setiap tahun, khususnya saat Maret dan April yang menjadi masa puncak sebaran.

"Kalau perindukan (berkembang biak) nyamuk hilang maka perkembangan bisa ditekan sehingga rantai penularan turun," ujar dia.

Selain melalui puskesmas dam faskes, Dinkes juga mendorong seluruh instansi di lingkungan pemerintah kota dan swasta supaya membantu upaya pemberantasan nyamuk Aedes aegypti melalui program yang sudah ada.

Langkah ini juga bertujuan meningkatkan persentase bebas nyamuk di Kota Malang, di mana jumlahnya masih 92 persen dari target ideal 95 persen.

Dia mengharapkan serangkaian upaya yang dilakukan mampu memberikan dampak terhadap penurunan angka kasus pada 2026.

  • demam berdarah
  • psn
  • dbd malang
  • dinkes kota malang
  • pemberantasan sarang nyamuk

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

Labuan Bajo Normal Pascagempa NTT, Kemenpar Minta Aktivitas Wisata Utamakan Keselamatan

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

Empat Wisatawan Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Tuturuga Minahasa, Kenzy Masih Hilang

Pemkot Tebing Tinggi Ajak Pelajar Budayakan Menabung

Kemenhut Pastikan Kebakaran Hutan di TN Way Kambas Sudah Padam, Seluruh Gajah Aman

Tol Cisumdawu Arah Bandung-Cirebon Ada Perbaikan, Kontraflow DIberlakukan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.