Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ratusan Hotel di Bali Berpredikat Merah, Kemenpar Susun Ulang Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan  

📅 Jumat, 23 Jan 2026, 15:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ratusan Hotel di Bali Berpredikat Merah, Kemenpar Susun Ulang Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan   Doc: ANTARA
Ket. Deputi bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Rizki Handayani bahas penyusunan Proper ulang buat hotel di Bali, Denpasar, Jumat 23/1/2026.

DENPASAR – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyusun ulang indikator Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) usai hasil penilaian Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan ratusan hotel di Bali masih berpredikat merah.

“Terkait pariwisata berkelanjutan tahun lalu kita dibombardir pertanyaan pada komponen penilaian yang dilakukan Kementerian LH, tapi sudah kami sepakati bahwa Proper itu akan disusun ulang kembali,” kata Deputi bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani.

Rizki dalam acara Pengukuhan Pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali di Denpasar, Jumat (23/1), mengatakan tahun ini indikator pertanyaan pada Proper akan disusun bersama oleh Kemenpar dan Kementerian LH dengan mengidentifikasi apa saja yang mesti dinilai dan dapat dihilangkan.

“Pak Menteri LH bilang diserahkan kepada Kementerian Pariwisata untuk menyusun kembali, tapi tentang pengelolaan sampah di hotel yang diwajibkan,” ujarnya.

Untuk diketahui Proper yang dinilai Kementerian LH tahun 2025menilai tentang penanganan sampah, pengendalian pencemaran air, pengelolaan bahan berbahaya dan beracun, pengelolaan limbah B3, dan pengendalian pencemaran udara.

Hasil penilaian terhadap 229 hotel saat itu masih berpredikat merah, sehingga akomodasi di Bali memiliki PR untuk memperbaiki indikator yang dinilai.

Kemenpar kemudian sepakat dengan indikator pengelolaan sampah yang wajib ada, namun mereka akan lebih merinci pengelolaan sampah yang dimaksud karena tantangan bagi pihak hotel atau akomodasi pariwisata juga tidak mudah.

“Wajibnya oke, tapi bagaimana wajibnya itu dilaksanakan itu yang perlu kita komunikasikan, kami menyadari isu sampah ini isu bersama dan sampah di industri pariwisata perlu dikelola,” kata Rizki.

Kementerian Pariwisata juga menyadari ke depan keberhasilan hotel mengelola limbah juga akan menjadi nilai tambah di mata wisatawan.

Sebab, tren menunjukkan wisatawan memberi ketertarikan pada pariwisata berkelanjutan.

“Ini sebenarnya menjadi salah satu citra dari hotel tersebut, namun demikian kita juga punya tantangan, semua pasti punya tujuan dan visi sama tapi bagaimana melaksanakannya di tingkat operasional,” kata Rizki.

Selain mendorong pariwisata berkelanjutan lewat penilaian Proper, Kementerian Pariwisata juga menyisipkan sektor keamanan dan keselamatan wisatawan sebagai indikator yang penting untuk dipenuhi Bali.

Menurut Rizki, keselamatan wisatawan juga berpengaruh terhadap citra pariwisata Bali di mata dunia, begitu pula kaitannya dengan investasi.

Jika citra Bali di mata dunia terus meningkat maka investasi yang baik dan berdampak akan masuk dan semakin menambah devisa negara karena saat ini industri pariwisata menduduki peringkat keempat penyumbang devisa tertinggi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Sektor UMKM Jangan Jadi Kor...
Nasional
Prabowo Jelaskan Alasan Raj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Polri Aktifkan Satgas Cegah Praktik Judi Selama Piala Dunia 2026

Polri Aktifkan Satgas Cegah Praktik Judi Selama Piala Dunia 2026

10 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.