Pemerintah Akan Bentuk Tim Penyelesaian Banjir di Pulau Jawa

Jumat, 23 Jan 2026, 03:03 WIB

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pembentukan tim kajian untuk menganalisis dan menyusun rancangan atau grand design penyelesaian persoalan banjir di Pulau Jawa, menyusul meningkatnya curah hujan yang memicu genangan dan banjir di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta dalam beberapa hari terakhir.

“Bapak Presiden memerintahkan kepada kami untuk secepat-cepatnya membentuk tim kajian untuk mencoba menganalisis dan kemudian membuat grand design penyelesaian masalah-masalah yang berkenaan dengan air, pengelolaan air di Jawa, terutama khususnya di Pulau Jawa,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/1).

Ket. Foto: Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. — Sumber: Antara

“Karena bagaimanapun kita sadari bahwa masalah ini adalah masalah yang rutin berulang setiap tahunnya. Tentunya kita sebagai bangsa harus berpikir untuk bagaimana bisa melakukan penanganan-penanganan yang lebih terintegrasi, penyelesaian dari hulu ke hilirnya,” imbuhnya.

Prasetyo menyampaikan Presiden Prabowo terus memantau perkembangan banjir di Tanah Air meskipun sedang berada di luar negeri serta berkomunikasi dengan jajaran terkait untuk penanganan dampak hujan lebat.

Pemerintah, kata dia, juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, BNPB, dan BMKG untuk memperkuat operasi modifikasi cuaca di wilayah Jabodetabek guna mengurangi intensitas curah hujan yang diperkirakan mencapai puncaknya hingga akhir Januari.

Prasetyo menyebut penanganan lintas sektor sangat penting, termasuk dampak genangan terhadap infrastruktur transportasi seperti kereta api.

Dalam sepekan terakhir, dilaporkan terdapat 16 titik genangan di jalur rel kereta api yang kemudian bertambah menjadi 17 titik, termasuk lokasi yang sebelumnya tidak pernah terdampak, sehingga mengganggu perjalanan dan pelayanan kereta api.

Selain faktor cuaca, Prasetyo menilai persoalan banjir juga dipengaruhi perubahan tata ruang, pendangkalan daerah aliran sungai serta berkurangnya jumlah situ, danau, atau telaga, seperti di wilayah Jabodetabek yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air.

Untuk itu, Presiden Prabowo memerintahkan penanganan persoalan ini melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga.

Diketahui, sejumlah wilayah di Pulau Jawa dilanda hujan berintensitas tinggi yang mengakibatkan banjir di beberapa titik, antara lain di Lamongan, Situbondo, Pekalongan, Batang, Kudus, Demak, Pati, Jepara, Karawang, Bekasi, dan Jakarta.

Jalur Pantura

Sementara itu, banjir luapan air sungai membawa material batu serta pasir menutup akses jalan raya pantai utara (pantura) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Rabu (21/1) malam.

Material batu dan pasir yang terbawa banjir luapan air sungai di Dusun Kembangsambi, Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, ini terjadi sejak sekitar pukul 19.30 WIB dan mengakibatkan jalur pantura lumpuh total.

“Iya betul banjir yang membawa material batu dan pasir karena tanggul aliran sungai jebol lagi seperti tahun sebelumnya,” kata Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Situbondo Puriyono.

Akibatnya, lanjut dia, material batu dan pasir menutup jalan raya pantura yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali tersebut.

“Kami mengimbau kepada pengguna jalan dari arah Surabaya maupun dari arah Banyuwangi putar balik atau menepi,” kata Puriyono.

Banjir luapan air Sungai Lubawang juga menerjang seribuan rumah warga yang tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, yaitu Desa Jetis, Desa Blimbing, Desa Langkap, Desa Besuki, Desa Demung, dan Desa Pesisir. Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.