Jangan Ada Intrik di Bank Jakarta

Jumat, 23 Jan 2026, 03:32 WIB

JAKARTA - Bank Jakarta diminta dikelola secara independen dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Jangan ada intrik dan spekulasi. “Nilai-nilai dalam budaya korporasi yang telah ditetapkan harus benar-benar dijalankan seluruh jajaran,” tandas Gubernur Jakarta, Pramono Anung, Kamis (22/1).

Sehubungan dengan rencana Bank Jakarta mempersiapkan diri menuju Initial Public Offering atau IPO, pembentukan corporate culture yang solid harus dilakukan, menjadi keharusan. Pramono menegaskan ini dalam rapat kerja Bank Jakarta Tahun 2026. Budaya kerja tersebut harus hidup dan menjadi bagian dari identitas perusahaan. “Salah satunya tercermin dari ketepatan waktu,” katanya.

Ket. Foto: — Sumber: wikipedia

Pramono juga menekankan keterbukaan dan kepercayaan publik merupakan syarat mutlak dalam pengelolaan perbankan daerah. Dia berharap Bank Jakarta mampu menjadi BUMD perbankan yang dikelola secara profesional, tumbuh sehat dan memiliki daya saing tinggi. “Transparansi inilah yang saya terapkan dalam kepemimpinan sebagai Gubernur Jakarta,” tambahnya.

Setiap keputusan strategis selalu diambil dalam forum rapat, bukan secara tertutup. Dengan begitu, tidak ada ruang bagi kepentingan pribadi, intrik maupun spekulasi.

“Saya berharap budaya transparansi juga dapat dibangun secara kuat di Bank Jakarta,” tukas Pramono. Gubernur juga menyampaikan bahwa Jakarta saat ini berkontribusi sekitar 16,39 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Hal tersebut menjadi modal penting Bank Jakarta untuk terus tumbuh dan berkembang secara sehat. “Hal ini saya sampaikan di awal karena sesungguhnya Bank Jakarta patut bersyukur memiliki pemegang saham utama Pemerintah Provinsi Jakarta karena berada dalam kondisi keuangan sehat,” katanya. Dengan demikian, kata Pram, Bank Jakarta seharusnya dapat tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.

Sedangkan Dirut Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo, menjelaskan bahwa rapat kerja tahunan kali ini bertema “Rebound Faster to Achieve 1001” yang berarti mempercepat pemulihan dan peningkatan kinerja. Achieve 1001 berarti komitmen target laba 2026 sebesar 1 triliun rupiah.

Hal ini sebagai milestone penting untuk membangun rekam jejak kinerja yang sehat dan kredibel, sekaligus menyiapkan BUMD Jakarta naik kelas. “Pada dasarnya, Bank Jakarta tetap berupaya meraih laba lebih dari 1 triliun,” tutur Agus. Ant/G-1

  • pramono anung
  • Bank Jakarta

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.