Gelombang Pasang Setinggi 3 Meter Rusak 18 Rumah Nelayan di Kampung Bugis Mataram
Kamis, 22 Jan 2026, 15:25 WIBBadan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat menyebutkan 18 rumah nelayan di Kampung Bugis, Kelurahan Bintaro mengalami rusak berat akibat gelombang pasang dengan ketinggian 2-3 meter pada Kamis dini hari.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Akhmad Muzaki di Mataram, Kamis, mengatakan 18 rumah yang rusak tersebut ditempati 25 kepala keluarga (KK) atau sekitar 100 jiwa.
"Mereka kini sudah mengungsi di masjid terdekat dan rumah keluarga," katanya.
Untuk mengoptimalkan layanan dan pemantauan terhadap warga pengungsi, BPBD Kota Mataram mendirikan dua tenda komando di Bintaro sebagai lokasi pengungsian sementara.
Selain itu, akan didirikan dapur umum dari Dinas Sosial Kota Mataram untuk memenuhi kebutuhan pengungsi selama beberapa hari ke depan.
"Pengungsi yang akan diberikan bantuan makanan di dapur umum sekitar 100 orang," katanya.
Ia mengatakan kegiatan asesmen terus dilakukan terhadap rumah warga yang terdampak, sedangkan untuk penanganan rumah yang rusak akan menjadi ranah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram.
"Apakah akan dibuatkan hunian sementara (huntara) atau seperti apa, kami belum bisa jelaskan," katanya.
Selain membangun dua posko komando untuk para pengungsi, BPBD Kota Mataram juga mendirikan posko logistik di Kampung Bugis. Posko tersebut untuk dapur umum dan penyaluran logistik bantuan kepada pada korban dan tepat sasaran.
"Siapa tahu ada juga pihak-pihak yang ingin membantu, bisa melalui posko logistik. Untuk posko logistik di komandani Dinas Sosial, dan BPBD sifatnya membantu," katanya.
Untuk bantuan hari ini, katanya, sudah disalurkan 100 paket bantuan kepada para korban terdampak gelombang pasang dan rob di Kelurahan Bintaro.
Paket bantuan itu berisi beras, minyak goreng, air mineral, mi instan, tikar, selimut, dan lainnya.
"Untuk menjamin kondisi kesehatan warga terdampak, Dinas Kesehatan akan segera turun melakukan pemeriksaan kesehatan warga termasuk kesehatan lingkungan," katanya.
Berdasarkan prediksi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), katanya, perubahan cuaca berupa hujan deras disertai petir, angin kencang, dan gelombang tinggi, akan berlangsung sampai 26 Januari 2026.
Terkait dengan itu, pihaknya meminta agar masyarakat terus waspada dan memantau kondisi perubahan cuaca guna mengurangi risiko bencana.
Dinsos Mataram dirikan dapur umum nelayan terdampak gelombang pasang
Dinas Sosial (DInsos) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), segera mendirikan dapur umum di Kampung Bugis, Kelurahan Bintaro, untuk mengakomodasi 25 Kepala Keluarga (KK) nelayan yang terdampak gelombang pasang pada Kamis (22/1) dini hari.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Kota Mataram Samsul Adnan di Mataram, Kamis, mengatakan untuk dapur umum saat ini sedang persiapan di lapangan.
"Saat ini kami sedang melakukan persiapan di lapangan. Hari ini dapur umum kami pastikan sudah tersedia untuk melayani pengungsi di Kampung Bugis," katanya.
Dapur umum tersebut, katanya, akan menyiapkan makanan siap saji karena sebanyak 25 KK atau sekitar 100 jiwa yang terdampak gelombang pasang tidak bisa beraktivitas normal akibat rumah mereka rusak berat.
Ia mengatakan dapur umum akan dibuka hingga beberapa hari ke depan sesuai dengan kondisi perkembangan di lapangan.
Selain menyiapkan makanan siap saji di dapur umum, pihaknya juga menyalurkan bantuan paket makanan untuk warga yang terdampak gelombang pasang dan banjir rob sebanyak 100 paket, dengan isi berupa air mineral, beras, mi instan, minyak goreng, dan susu, juga ada tikar dan selimut.
Sebelumnya pada Rabu (21/1) Dinsos juga sudah mendistribusikan 191 paket bantuan bagi warga yang terdampak banjir dan angin kencang pada tiga kelurahan di Kecamatan Ampenan.
Tiga kelurahan yang terdampak banjir dan angin kencang tersebut meliputi Lingkungan Selaparang, Kelurahan Banjar, sebanyak 12 KK terdampak, kemudian di Kelurahan Pejeruk 10 KK terdampak, dan di Lingkungan Kebon Talo, Kelurahan Ampenan Utara, sebanyak 169 KK terdampak.
"Bantuan tersebut diberikan hanya sekali. Tapi jika kondisi mereka masih membutuhkan, pihak kelurahan bisa mengusulkan kembali," kata Samsul Adnan.
- Rumah Nelayan
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Yebdi Trismar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.