26 Ribu Unit Rumah yang Terdampak Bencana di Bireuen
Kamis, 22 Jan 2026, 22:34 WIBBanda Aceh - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedang memverifikasi sebanyak 26 ribu unit rumah yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen kata pejabat setempat.
"Tim saat ini sedang bekerja di lapangan melakukan verifikasi. Jumlah verifikator yang diturunkan ke lapangan sebanyak 200 orang dengan setiap desa dua petugas verifikasi," kata Plt Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen Doli Mardian dihubungi di Banda Aceh, Kamis.
Ia menjelaskan tim verifikasi rumah terdampak bencana hidrometeorologi di Bireuen telah mengikuti bimbingan teknis pada Senin (19/1).
"Verifikator bertugas memverifikasi data rumah yang hilang/rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan. Setelah proses verifikasi rumah terdampak bencana hidrometeorologi, akan dilakukan proses uji publik," katanya.
Menurut dia data daftar rumah-rumah tersebut akan diumumkan di desa masing-masing dan setelah proses uji publik selesai, maka dilanjutkan ke tahapan selanjutnya.
Ia mengatakan untuk rumah hilang/rusak berat yang oleh pemiliknya memilih hunian tetap (huntap) mandiri, pembangunannya akan dilakukan oleh BNPB.
Ia mengatakan terkait kapan akan dimulai pembangunan huntap di Bireuen, prosesnya akan dilanjutkan pada awal Februari 2026.
Sebelumnya di Gampong Balee Panah,Juli, sudah dibangun tiga unit rumah contoh oleh BNPB.
Sementara itu Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Bireuen, Fadli menambahkan pihaknya sudah mengirimkan data hunian tetap terpusat kepada Kementerian Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Adapun jumlah huntap terpusat berjumlah 48 unit, seluruhnya berada di Gampong Krueng Simpo, Kecamatan Juli.
Fadli menjelaskan dari 48 unit huntap terpusat tersebut, 31 unit berada di Dusun Bivak, dan 17 Unit di Dusun Alue Keumiki.
Ia mengatakan Kementerian PKP hanya membangun huntap yang terkonsentrasi pada satu titik.
âJadi mereka membangun hunian tetap seperti komplek. Berada di satu titik dalam jumlah tertentu,â kata Fadli.
Fadli berharap, mudah-mudahan Kementerian PKP juga akan membangun huntap mandiri di desa terdampak, seperti yang dilakukan BNPB.
- bencana hidrometeorologi
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Terkait Bencana Sumatra, Perhapi Berharap Keputusan Pemerintah didasari Kajian Ilmiah dan Proporsional
-
Dua Bencana Mengintai Indonesia Sekaligus, BNPB Rilis Warning Keras Kesiapsiagaan di Wilayah Ini
-
Penyaluran Bantuan untuk Korban Bencana Hidrometeorologi
-
Kemenag Lebak: Persiapan Calon Haji Hampir Rampung, Dokumen Jadi Tahap Akhir
-
RPH Jual Ayam di Atas Harga Acuan, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Langsung Turun Tangan
-
Cuaca Ekstrem di Cianjur Akibatkan 16 Rumah Rusak
-
Kejar Jalan Bebas Lubang, Perbaikan Pantura Dikebut Demi Kelancaran Arus Mudik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.