Kemnaker Beberkan Biang Kerok Lonjakan PHK Sepanjang Tahun 2025
Rabu, 21 Jan 2026, 16:40 WIBJakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengungkapkan faktor utama peningkatan angka korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang tahun 2025 yang mencapai 88.519 orang.
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI Jamsos) Kemnaker Indah Anggoro Putri mengatakan, salah satu penyebab tingginya angka PHK 2025 menyusul tensi geopolitik pada awal tahun yang ternyata mempengaruhi kinerja ekspor dan impor serta industri dalam negeri.
âPertama ada tekanan juga dari ekspor-impor, ya, itu pasti. Kondisi dunia di awal 2025 terutama sampai semester I masih ada dinamika cukup tinggi (di) geopolitik, pasti itu pengaruh ke ekspor,â kata Indah saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu.
Berdasarkan data PHK yang dirilis Kemnaker periode Januari-Desember 2025, jumlah korban PHK tahun lalu mencapai 88.519 orang, meningkat lebih dari 10 ribu orang dibandingkan tahun 2024 di mana PHK menimpa 77.965 orang.
Adapun sebanyak 88.519 orang korban PHK tersebut merupakan pegawai yang terklasifikasi sebagai peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) BPJS Ketenagakerjaan.
Mengenai sektor yang paling banyak melakukan PHK tahun lalu, Indah mengatakan, industri manufaktur masih menjadi salah satu sektor yang terdampak cukup besar.
Ia pun mengakui bahwa isu PHK harus menjadi perhatian dan membutuhkan kerja sama strategis antara para pemangku kepentingan.
âMengatasi PHK itu kan bukan cuma (tugas) Kementerian Ketenagakerjaan, banyak faktor yang menjadi pengaruh atau menjadi faktor penyebab PHK. Jadi pasti ada koordinasi dan kolaborasi bersama,â ujar Indah.
Lebih jauh, Indah mengatakan, pihaknya juga mengakselerasi program-program terkait untuk menekan angka PHK dan pengangguran, terutama mereka yang berada di usia produktif.
âAda Magang Nasional bagi para penganggur baru yang terdidik. Lalu kemudian pelatihan-pelatihan termasuk melibatkan serikat pekerja. Tadi Pak Menteri (Ketenagakerjaan, Yassierli) bilang akan dimasifkan di tahun ini, jadi upayanya ada,â kata dia.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Perang Iran-Israel Ancam Dunia Kerja Tanah Air, Kemnaker Siapkan Langkah dan Strategi Mitigasi Gelombang PHK
-
Pemerintah Diminta Ambil Langkah Konkret Selamatkan Industri Padat Karya
-
Jakarta Fokus Tertibkan Kabel Utilitas
-
Bupati Kubu Raya Memastikan Pelayanan Kesehatan di Daerah Terpencil Berjalan Optimal
-
Bank Indonesia Umumkan Penyesuaian Kegiatan Operasional Selama Libur Lebaran 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.