Kejar Ketahanan Pangan. Lebak Kembangkan Budi Daya Ikan Tematik

Kamis, 06 Agu 2026, 11:31 WIB

LEBAK – Apa itu ikan tematik? Itulah yang tengah dikembangkan Pemerintah Kabupaten Lebak guna menunjang ketahanan pangan. Program budidaya ikan tematik sebagai upaya meningkatkan produksi perikanan , sehingga dapat mendukung ketahanan pangan.

‎Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Winda Triana di Lebak, Kamis, mengatakan pemerintah daerah memiliki komitmen untuk meningkatkan produksi ikan untuk memenuhi ketersediaan protein hewani masyarakat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ket. Foto: ternak lele — Sumber: ant

‎Selama ini, ketersediaan ikan air tawar di daerah ini masih dipasok dari luar daerah, sehingga program budidaya ikan tematik diperkuat agar kedepannya Lebak sebagai lumbung pangan ikan.

‎Oleh karena itu, pihaknya memperkuat kelembagaan pengelola budidaya ikan sistem teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS), karena sangat perlu agar tidak menjadi kegagalan dalam pelaksanaan.

‎Selain itu juga pembudidaya ikan tematik yang dikelola desa bisa melibatkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) akan mendapatkan pelatihan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan dinas juga akan mendampingi.

‎Sejauh ini, kata dia, kegiatan budidaya ikan darat tematik di Kabupaten Lebak belum banyak diterapkan, karena memerlukan listrik yang cukup untuk sistem RAS. ‎"Sebagian besar pembudidaya ikan air tawar di daerah ini masih konvensional," katanya menjelaskan.

‎Ia mengatakan, sebanyak 60 desa di Kabupaten Lebak yang mendaftar menjadi program budidaya ikan tematik sistem RAS dengan mengembangkan jenis ikan lele dan nila. ‎Namun, mereka yang terverifikasi baru setengahnya, mengingat persyaratan yang harus dipenuhi desa belum lengkap semua.

‎Pengembangan budidaya ikan juga terintegrasi dengan ekosistem ekonomi desa dan dipastikan mampu memenuhi konsumsi domestik/swasembada protein ikan dan MBG. ‎Sebab, ikan memiliki kandungan gizi cukup besar dan menyumbangkan protein, omega tiga dan gizi dan dapat meningkatkan kecerdasan otak manusia.

‎"Kami meyakini sistem program budidaya ikan tematik dapat membangun ekosistem ekonomi desa, sehingga hasil produksi perikanan bisa memenuhi permintaan pasar," katanya menjelaskan.

‎Ia menyebutkan, program budidaya ikan tematik merupakan bagian dari strategi KKP dalam mengembangkan perikanan budidaya berbasis kawasan yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.

‎Selain itu juga mendorong terbentuknya rantai usaha perikanan yang terintegrasi mulai dari produksi, pemasaran, hingga pemanfaatan hasil budidaya untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

‎"Budidaya tematik itu mengembangkan ikan tawar jenis lele dengan masa panen selama 40 hari dan dan ikan nila tiga bulan," kata Winda menjelaskan.

‎

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.