Hansaplast Buka Proses Produksi Halal di Pabrik Beiersdorf Indonesia
Rabu, 21 Jan 2026, 20:55 WIBJAKARTAâ Hansaplast sebagai merek perawatan luka No.1 di Indonesia, menggelar Media Experience & Factory Tour di fasilitas PT Beiersdorf Indonesia, Malang, sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan standar halal produksi.
Acara tersebut memberikan kesempatan untuk melihat langsung proses produksi perawatan luka, mulai dari pemilihan bahan baku hingga manufaktur, yang semuanya telah memenuhi sertifikasi halal sesuai prinsip syariah. Inisiatif ini menegaskan bahwa Hansaplast tidak hanya unggul dalam kualitas dan inovasi produk, tetapi juga responsif terhadap nilai-nilai lokal dan kepercayaan konsumen Indonesia.
Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, isu halal kini menjadi perhatian utama, tidak hanya pada produk pangan, tetapi juga pada produk kesehatan dan perawatan sehari-hari. Melalui kunjungan pabrik ini, Hansaplast mengajak komunitas dan media untuk menyaksikan langsung proses produksi yang dijalankan dengan standar kebersihan dan pengendalian mutu yang ketat, sekaligus memastikan seluruh tahapan produksi memenuhi ketentuan dan standar halal yang berlaku.
BU Health Care Director PT Beiersdorf Indonesia, Vivilya Lukman, menyampaikan, bagi Hansaplast, sertifikasi halal merupakan wujud tanggung jawab kami dalam menghadirkan rasa aman dan tenang bagi konsumen, khususnya konsumen Muslim di Indonesia.
âKarena itu, kami memastikan seluruh proses mulai dari pemilihan bahan baku, pengelolaan pemasok, hingga proses manufaktur telah melalui verifikasi yang ketat, tanpa mengesampingkan kualitas dan standar medis yang menjadi kekuatan Hansaplast,â ujar dia melalui siaran pers pada hari Senin (19/1).
Dalam sambutannya, Production Director Beiersdorf Indonesia, Abhishek Badodekar, menegaskan bahwa kekuatan produk kesehatan terletak pada kesiapan sistem manufaktur dan konsistensi penerapan standar di seluruh proses produksi.
âBagi kami, standar medis bukan sekadar patokan kualitas, tetapi sudah menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari di pabrik. Hansaplast memastikan kesiapan fasilitas dan kapabilitas tim produksi, serta keterbukaan proses yang kami jalankan konsisten untuk memastikan produk perawatan luka kami andal dan aman digunakan masyarakat,â tuturnya.
Acara ini dilengkapi dengan sesi diskusi bersama perwakilan Hansaplast dan tenaga medis, yang membahas pentingnya perawatan luka yang benar, keamanan produk medis, serta klarifikasi terhadap berbagai mispersepsi terkait penggunaan plester halal dalam aktivitas sehari-hari.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa penerapan Jaminan Produk Halal (JPH) pada alat kesehatan merupakan bagian dari upaya perlindungan konsumen, khususnya dalam memberikan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Di Indonesia, aspek halal tidak hanya berlaku pada produk pangan, tetapi juga mencakup alat kesehatan dan produk perawatan medis yang digunakan secara langsung oleh masyarakat.
Penerapan JPH pada alat kesehatan memastikan bahwa seluruh tahapan mulai dari bahan, proses produksi, hingga pengendalian mutu dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Proses ini dilakukan tanpa mengurangi fungsi, keamanan, dan mutu alat kesehatan sebagaimana dipersyaratkan dalam standar kesehatan. Dengan penerapan standar halal yang terverifikasi, masyarakat diharapkan dapat menggunakan alat kesehatan dengan lebih tenang dan percaya.
Perwakilan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menyampaikan bahwa penerapan JPH pada alat kesehatan merupakan bagian dari sistem jaminan yang memastikan kehalalan produk secara menyeluruh.
âSertifikasi halal dilakukan melalui proses verifikasi yang mencakup bahan, proses produksi, hingga fasilitas yang digunakan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini bertujuan memberikan kepastian dan perlindungan bagi masyarakat dalam menggunakan produk kesehatan,â ujar Dr. H. Abd. Syakur, S.Ag., M.Si, sebagai Deputi Bidang Kemitraan dan Standardisasi.
Sejalan dengan hal tersebut, dr. Farhan Zubedi menekankan bahwa sertifikasi halal memiliki peran penting bagi masyarakat Muslim yang sedang mengalami luka. âKepastian halal pada produk perawatan luka memberikan ketenangan bagi umat Muslim, sehingga mereka tetap dapat menjalankan ibadah dengan nyaman tanpa rasa ragu,â ujarnya.
Dari sudut pandang pemengaruh, Shadira Firdausi menyampaikan bahwa kepastian halal juga menjadi tanggung jawab moral dalam membangun kepercayaan audiens. âSebagai pemengaruh, penting bagi saya untuk memastikan produk yang saya gunakan dan rekomendasikan telah memenuhi standar halal. Hal ini memberikan rasa nyaman, tidak hanya bagi diri saya, tetapi juga bagi para pengikut yang mempercayai apa yang saya bagikan,â ungkapnya.
âKomitmen ini sekaligus menegaskan posisi Hansaplast sebagai merek perawatan luka No.1 di Indonesia yang terus berinovasi, memenuhi standar halal, dan relevan dengan kebutuhan konsumen,â tambah Vivilya.
- Kesehatan
- BPJPH
- produk halal
- Sertifikasi Halal
- PT Beiersdorf Indonesia
- hansaplast
- Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH)
- Hansaplast Second Skin Protection
- Perawatan Luka
- industri farmasi Indonesia
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Tabrak Kendaraan di Landasan Bandara New York, Pilot dan Kopilot Air Canada Tewas
-
Airlangga: Jepang Berperan Penting Bangun Ekosistem Industri Otomotif Indonesia
-
Bupati Banyumas Dorong Kepala Sekolah Melek Digital dan Inovatif
-
Revolusi Terapi Gen yang Berpotensi Sembuhkan Buta Warna
-
Objek Wisata Barito Utara Ramai Saat Lebaran, Mobilitas Masyarakat Meningkat
-
Kurangi Ketergantungan Impor Obat, Proyek Plasma Indonesia Menang di IJGlobal Awards
-
Perekonomian Petani Stroberi Agam Mulai Pulih
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.