Rupiah Masih Tertekan, 19 Januari 2025

Senin, 19 Jan 2026, 08:10 WIB

JAKARTA – Rupiah diperkirakan masih tertekan oleh penguatan dollar AS pada awal pekan ini. Investor terus mencermati perkembangan situasi geopolitik, terutama ketegangan terkait Venezuela yang memicu kekhawatiran pasar terhadap risiko global dan menopang permintaan dollar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai dollar AS masih menguat didukung data ekonomi AS yang solid dan sikap hawkish pejabat The Fed, sementara tidak ada data penting yang dirilis hingga Senin dan investor juga perlu mencermati risiko geopolitik terkait pemungutan suara Senat AS yang memblokir pembatasan wewenang militer presiden di Venezuela.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Karenanya, Lukman memproyeksikan kurs rupiah ter­hadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antar­bank, Senin (19/1), bergerak di kisaran 16.850 – 16.950 ru­piah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan di Jakarta, Kamis (15/1), bergerak melemah 31 poin atau 0,18 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.890 rupiah per dollar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pe­lemahan kurs rupiah dipengaruhi sikap Presiden AS Do­nald Trump yang mengatakan, tidak berencana memecat Ketua The Jerome Powell. “Trump mengatakan dia tidak berencana untuk memecat Ketua Federal Reserve Jerome Powell, meskipun ada penyelidikan yang sedang berlang­sung, meredakan kecemasan investor atas independensi kebijakan moneter AS,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.