- Home
-
- Luar Negeri
-
- Pemimpin Tertinggi Iran Ak...
Pemimpin Tertinggi Iran Akui Ribuan Orang Tewas dalam Gelombang Protes Terbaru
Minggu, 18 Jan 2026, 02:15 WIBJAKARTA - Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, untuk pertama kalinya secara terbuka mengakui bahwa ribuan orang tewas selama gelombang protes yang melanda negaranya dalam beberapa pekan terakhir. Ia menyebut sebagian korban meninggal dengan cara yang âtidak manusiawi dan brutalâ.
Dalam pidato pada Sabtu waktu setempat, Khamenei mengatakan jumlah korban jiwa mencapai ribuan orang dan menyalahkan Amerika Serikat atas kekerasan yang terjadi. Pernyataan ini muncul di tengah situasi Iran yang masih sulit dipantau akibat pembatasan ketat akses internet.
Menurut data Iranian Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat, sedikitnya 3.090 orang tewas akibat respons keras aparat keamanan terhadap demonstrasi. Namun, sejumlah kelompok aktivis meyakini angka korban sebenarnya jauh lebih tinggi. Pemadaman internet secara luas membuat verifikasi informasi di lapangan menjadi sangat terbatas.
Gelombang protes di Iran bermula pada 28 Desember, dipicu oleh masalah ekonomi, sebelum berkembang menjadi tuntutan politik yang lebih luas, termasuk seruan untuk mengakhiri kekuasaan pemimpin tertinggi Iran. Pemerintah Teheran sendiri menyebut aksi-aksi tersebut sebagai âkerusuhanâ yang didukung oleh musuh-musuh Iran dari luar negeri.
Sejumlah rekaman video yang diverifikasi BBC Persian dan BBC Verify menunjukkan aparat keamanan menembaki massa demonstran. Di saat yang sama, Iran memberlakukan hampir total penutupan layanan internet dan komunikasi. Data pemantau siber NetBlocks mencatat tingkat konektivitas nasional sempat turun hingga sekitar dua persen dari kondisi normal.
Meski laporan mengenai aksi protes berkurang dalam beberapa hari terakhir, kondisi di lapangan masih belum jelas. Seorang perempuan di Shiraz mengatakan kepada BBC Persian bahwa aparat keamanan masih berpatroli menggunakan sepeda motor, meski aktivitas warga secara umum mulai kembali normal.
Dalam pidatonya, Khamenei juga melontarkan kritik keras terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menyebut Trump sebagai âpenjahatâ dan menegaskan bahwa Amerika Serikat harus dimintai pertanggungjawaban atas kerusuhan yang terjadi. Melalui media sosial, Khamenei juga menuduh bahwa tujuan Amerika adalah âmenelan Iranâ.
Trump sebelumnya menyerukan para demonstran Iran untuk terus melakukan protes dan mengancam akan melakukan intervensi militer jika aparat keamanan terus membunuh warga sipil. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Gedung Putih atas pernyataan terbaru Khamenei.
Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS menyatakan telah menerima laporan bahwa Iran tengah menyiapkan opsi untuk menargetkan pangkalan militer Amerika. Washington memperingatkan Teheran agar tidak âbermain-mainâ dan menegaskan bahwa setiap serangan akan dibalas dengan kekuatan besar.
Ketegangan ini juga berdampak pada langkah militer AS dan Inggris, yang mengurangi jumlah personel di Pangkalan Udara Al-Udeid, Qatar. Pejabat yang dikutip media Amerika menyebut penarikan sebagian pasukan tersebut sebagai langkah pencegahan di tengah situasi yang kian memanas.
- Iran
- Ali Khamenei
- Aksi Demo Iran
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Muhammad Daniel Ramadhan
Berita Terkait:
-
Harga BBM Naik akibat Blokade Selat Hormuz, Eddy Soeparno Minta Pemerintah Waspadai Persaingan Impor Migas
-
Langkah Besar Doriane Pin, Perempuan Prancis Pertama Jajal Mobil F1 Modern
-
Bapanas Usul DMO Minyakita Naik Jadi 60 Persen demi Stabilitas Harga
-
Jangan Minum Es! Gubernur Kalsel Ingatkan Risiko Kesehatan bagi Jamaah Haji
-
Boston Celtics Kalahkan Philadelphia 76ers 123-91
-
Menko Infrastruktur Dorong Kereta Luar Jawa untuk Pemerataan dan Transportasi Hijau
-
AS dan Iran Tandatangani MoU, Lalu Lintas Selat Hormuz Dibuka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.