Garuda Indonesia Sukses Angkut 1,5 Juta Penumpang Selama Nataru
Sabtu, 17 Jan 2026, 14:10 WIBJAKARTA - Garuda Indonesia Group telah menyelesaikan fase peak season Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan mengangkut 1,5 juta penumpang. Jumlah penerbangan yang dioperasikan selama periode peakseason sejak 18 Desember hingga 10 Januari 2026 terctat sebanyak 10.400 penerbangan.
Direktur Operasi Garuda Indonesia, Dani Haikal Iriawan, mengatakan ketersediaan kursi yang disediakan di musim liburan akhir tahun menjadi representasi komitmen Garuda Indonesia Group. Hal ini dalam mendukung kelancaran mobilisasi masyarakat khususnya menuju destinasi pilihan baik domestik maupun internasional selama peak season berlangsung.
âCatatan keterisian kursi tersebut selaras dengan tren perjalanan masyarakat yang tumbuh sekaligus dengan penerapan kebijakan implementasi penyesuaian harga tiket dari pemerintah," ujar dia.
Dalam catatan Garuda sendiri arus keberangkatan libur akhir tahun ini meningkat.
Keterisian penumpang tertinggi diatas 90% pada rute domestik dengan keberangkatan di antaranya dari Jakarta menuju Denpasar, Surabaya, Kualanamu, Semarang, dan Yogyakarta. Pada rute internasional yakni menuju Jeddah, Singapura, Doha, Haneda, Shanghai, Madinah, dan Incheon yang keberangkatannya juga dari Jakarta juga meningkat.
Saat musim libur akhir tahun ini, Garuda Indonesia Group juga mencatatkan capaian rata-rata tingkat ketepatan waktu penerbangan yakni sebesar 89% sepanjang periode peak season berlangsung. Catatan tersebut menunjukan tren pertumbuhan jika dibandingkan dengan peak season Nataru tahun lalu.
Garuda Indonesia dan Citilink turut mencatatkan rata-rata tingkat ketepatan waktu untuk keberangkatan penerbangan pertama harian hingga 99%. Hal ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 97%.
Kinerja keberangkatan pertama ini menjadi fondasi utama dalam menjaga ritme operasional secara harian dan konsistensi ketepatan waktu pada jadwal penerbangan berikutnya. âMomentum Natal dan Tahun Baru menuntut kesiapan strategi operasional yang komprehensif dan kolaborasi lintas sektor yang solid," ucap dia.
Langkah optimalisasi yang dilakukan Garuda Indonesia Group, antara lain penguatan kesiapan armada dan awak pesawat. Serta peningkatan disiplin waktu pada first departure, posko operasional GA Group, penguatan koordinasi ground handling. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Iran Menyerang Kelompok Kurdi di Irak Seiring Konflik yang Meluas
-
Produksi kue kering jelang Lebaran
-
Garuda Indonesia Perkuat Penerbangan Haji 2026 dengan Layanan Ramah Lansia
-
Penyebab Insiden Kecelakaan Pesawat Pelita Air Service di Krayan Dugaan Sementara Cuaca Buruk
-
Herdman Konsentrasi Total ke Timnas Senior
-
Gempa Bumi M5,5 Guncang Pacitan dan Sekitarnya Selasa Pagi
-
Polda Bali Awasi Kegiatan WNA Lewat Aplikasi Cakrawasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.