KKP Tuntaskan Survei Perairan Pantura untuk Pembangunan Tanggul Laut
Jumat, 16 Jan 2026, 06:43 WIBJAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merampungkan survei Hidro-Oseanografi di Teluk Jakarta dan perairan Semarang sebagai langkah strategis untuk memperkuat perencanaan pembangunan tanggul laut di kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura).
Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut KKP Kartika Listriana menyampaikan survei yang dilaksanakan bersama Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) ini menjadi fondasi ilmiah bagi Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) dalam menyusun desain teknis perlindungan pesisir.
Dalam keterangan KKP yang diterima di Jakarta, Kamis (15/1), Kartika menyampaikan bahwa penyelesaian survei ini merupakan tonggak penting dalam upaya pemerintah mengatasi kerentanan pesisir Pantura terhadap banjir rob, erosi, dan penurunan muka tanah.
Tak hanya itu, KKP juga akan memanfaatkan hasil survei tersebut untuk penataan serta pengembangan kawasan pesisir dan kota-kota pesisir di pantura.
âTantangan pembangunan wilayah pesisir semakin kompleks akibat perubahan iklim, kenaikan muka air laut, dan land subsidence yang terjadi cepat di berbagai kota besar,â ujar Kartika.
Ia menegaskan bahwa Teluk Jakarta dan perairan Semarang merupakan dua kawasan dengan tingkat kerentanan tertinggi di Pantura.
Karena itu, intervensi berbasis data ilmiah disebut diperlukan untuk memastikan ketepatan desain infrastruktur dan meminimalkan risiko lingkungan maupun sosial.
Survei yang berlangsung pada 20 Novemberâ29 Desember 2025 ini mencakup pengumpulan data bathymetry (pemetaan kedalaman), geofisika, pemodelan hidrodinamika, pola arus dan gelombang, analisis sedimen dan transportasi sedimen, hingga kualitas air.
Seluruh proses dilakukan mengikuti standar nasional dan internasional untuk menghasilkan data yang lengkap dan akurat.
Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL Budi Purwanto menegaskan dukungan penuh TNI AL dalam penyediaan data untuk pembangunan tanggul laut sebagai bagian dari proyek strategis nasional.
Deputi I BOPPJ Sawarendro menyambut baik rampungnya survei tersebut.
Menurutnya, langkah KKP dan Pushidrosal menjadi bagian penting dari upaya pemerintah mengatasi persoalan kronis banjir rob dan memperkuat ketahanan wilayah pesisir.
âIni kebutuhan mendesak yang berorientasi pada mitigasi risiko bencana sekaligus penguatan ketahanan wilayah pesisir,â ucap Sawarendro.
- Tanggul Laut
- KKP
- Perairan pantura
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Ma'ruf Amin Dorong Kerja Sama Pengkaderan Ulama Diperketat
-
16 Tim Beraksi di Kompetisi Basket 3x3 Triple Rumble Drip and Dribb di Semarang
-
Presiden Prabowo Pimpin Rapat Koordinasi Penanganan Bencana di Aceh
-
RUPTL Harus Menjadi Peta Jalan Ketenagalistrikan, Ahli: Peran Negara Jangan Sampai Tergerus!
-
KBRI Kuala Lumpur dan KJRI Johor Bahru Gelar Ziarah ke Makam Tuanku Tambusai di Malaysia
-
Trump Siapkan Tarif 500 Persen untuk Negara Pembeli Minyak Russia
-
Tanggul NCICD Hampir Rampung, Gubernur Pramono Pastikan Perlindungan Warga dari Banjir Rob
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.