- Home
-
- Luar Negeri
-
- Iran Tegaskan Tak Akan Tin...
Iran Tegaskan Tak Akan Tinggal Diam Hadapi Ancaman Amerika Serikat
Jumat, 16 Jan 2026, 16:03 WIBJAKARTA - Iran menegaskan tidak akan berdiam diri menghadapi ancaman yang dilontarkan Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, dalam percakapan telepon dengan Kepala Divisi Keamanan Internasional Kementerian Luar Negeri Swiss, Gabriel Luechinger.
Larijani menyatakan bahwa meski Iran menghargai pendekatan positif Swiss dalam meredakan ketegangan internasional, Teheran tetap bersikap tegas terhadap tekanan dari Washington. Ia menekankan bahwa retorika ancaman yang disampaikan Amerika Serikat tidak akan dibiarkan tanpa respons.
Dalam pembicaraan tersebut, Larijani juga memuji peran Swiss yang selama ini dinilai konstruktif dalam membantu penyelesaian berbagai krisis dan menjaga jalur komunikasi diplomatik, termasuk di tengah situasi regional yang semakin sensitif.
Pernyataan ini muncul di tengah kondisi dalam negeri Iran yang masih diwarnai gelombang protes. Aksi demonstrasi mulai merebak sejak akhir Desember 2025, dipicu kekhawatiran publik terhadap lonjakan inflasi seiring melemahnya nilai tukar rial Iran. Situasi semakin memanas setelah seruan unjuk rasa dari Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan pada Revolusi 1979, pada 8 Januari lalu.
Sejak saat itu, aksi protes dilaporkan meluas di sejumlah wilayah. Pemerintah Iran merespons dengan membatasi akses internet nasional, sementara di beberapa kota demonstrasi berujung bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan. Laporan media setempat menyebut adanya korban dari kedua pihak, meski jumlah pastinya belum dikonfirmasi secara resmi.
Di sisi lain, ketegangan Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan pernyataan keras pada akhir Desember. Trump menyatakan akan mendukung serangan baru terhadap Iran apabila Teheran melanjutkan pengembangan program rudal dan nuklirnya.
Ancaman tersebut diperkuat dengan pernyataan Trump di tengah gelombang protes di Iran. Ia mengancam akan melancarkan serangan besar jika aparat Iran melakukan tindakan mematikan terhadap demonstran, sekaligus menyatakan kesiapan Washington untuk mendukung rakyat Iran apabila situasi memburuk.
Situasi ini menambah kompleksitas hubungan Iran-AS yang sejak lama tegang, di tengah tekanan ekonomi, dinamika politik domestik Iran, serta kekhawatiran internasional terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Muhammad Daniel Ramadhan
Berita Terkait:
-
Menko Infrastruktur Dorong Kereta Luar Jawa untuk Pemerataan dan Transportasi Hijau
-
Peninjauan infrastruktur pengendali banjir di Sungai Ciliwung J
-
Langkah Besar Doriane Pin, Perempuan Prancis Pertama Jajal Mobil F1 Modern
-
AS dan Iran Tandatangani MoU, Lalu Lintas Selat Hormuz Dibuka
-
Jangan Minum Es! Gubernur Kalsel Ingatkan Risiko Kesehatan bagi Jamaah Haji
-
Bapanas Usul DMO Minyakita Naik Jadi 60 Persen demi Stabilitas Harga
-
Boston Celtics Kalahkan Philadelphia 76ers 123-91
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.