Evakuasi Medis Pertama dalam Sejarah NASA, Empat Astronaut ISS Kembali ke Bumi Lebih Cepat

Kamis, 15 Jan 2026, 18:23 WIB

JAKARTA - Empat astronaut mendarat kembali di Bumi setelah misi mereka di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dipersingkat akibat masalah kesehatan yang tidak diungkapkan ke publik. Kepulangan ini menandai evakuasi medis pertama sepanjang sejarah penerbangan antariksa berawak NASA.

Kapsul yang membawa kru tersebut melakukan pendaratan di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, pada tengah malam waktu setempat. NASA memastikan salah satu anggota kru berada dalam kondisi “stabil”, meski menolak membeberkan identitas maupun detail medis yang mendasari keputusan tersebut.

Ket. Foto: — Sumber: India Today

Komandan misi, Zena Cardman, menyampaikan rasa lega sesaat setelah pendaratan. “Sangat menyenangkan bisa kembali ke rumah,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa meski waktu kepulangan tidak direncanakan, solidaritas kru justru menjadi kekuatan utama selama situasi darurat.

Selain Cardman, kru yang kembali ke Bumi terdiri dari astronaut NASA Mike Fincke, kosmonaut Rusia Oleg Platonov, serta astronaut Jepang Kimiya Yui. Tayangan langsung NASA memperlihatkan keempatnya dikeluarkan dari kapsul menggunakan tandu, prosedur standar bagi astronaut yang baru kembali setelah sekitar lima bulan berada dalam kondisi mikrogravitasi. Mereka tampak tersenyum dan melambaikan tangan ke kamera.

Pejabat NASA Rob Navias menegaskan kondisi kru yang terdampak masalah kesehatan tetap stabil sejak keputusan evakuasi diambil. Fincke, yang bertugas sebagai pilot misi SpaceX Crew-11, juga menulis di media sosial bahwa seluruh kru dalam keadaan aman dan terawat. Ia menyebut keputusan kembali lebih awal sebagai langkah tepat agar pemeriksaan medis menyeluruh dapat dilakukan di Bumi.

Menurut Amit Kshatriya, pejabat senior NASA, seluruh astronaut telah menjalani pelatihan untuk menghadapi kondisi medis tak terduga di luar angkasa. Ia memuji profesionalisme kru dalam menangani situasi yang jarang terjadi ini.

Secara historis, pemodelan komputer NASA memprediksi evakuasi medis dari ISS bisa terjadi setiap tiga tahun. Namun, dalam 65 tahun penerbangan antariksa berawak, NASA belum pernah melakukannya hingga kini. Kasus serupa sebelumnya lebih banyak tercatat dalam sejarah program luar angkasa Uni Soviet, termasuk insiden pada 1985 yang memaksa kosmonaut Vladimir Vasyutin kembali lebih awal dari stasiun Salyut 7.

Keempat astronaut Crew-11 sejatinya dijadwalkan berada di ISS hingga pertengahan Februari, sebelum digantikan kru berikutnya. Namun, Kepala Kesehatan dan Medis NASA James Polk menyebut adanya “risiko yang masih tersisa” serta ketidakpastian diagnosis sebagai alasan utama percepatan kepulangan.

Sementara itu, ISS tetap dihuni oleh astronaut NASA Chris Williams serta dua kosmonaut Rusia, Sergey Kud-Sverchkov dan Sergei Mikaev, yang tiba pada November menggunakan wahana Soyuz. Hingga kru pengganti tiba, NASA menyatakan sejumlah aktivitas rutin, termasuk spacewalk, harus ditunda.

ISS yang terus dihuni sejak tahun 2000 menjadi simbol kerja sama multinasional antara Amerika Serikat, Rusia, Jepang, dan negara-negara Eropa. Evakuasi medis ini menegaskan bahwa di balik kemajuan teknologi antariksa, faktor kesehatan manusia tetap menjadi prioritas utama dalam eksplorasi luar angkasa.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Muhammad Daniel Ramadhan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.